Januari 27, 2012 oleh iwan setyawan
Sejak Kapan menangis di depan umum bagi Laki-laki adalah sesuatu yang memalukan ?
Saya Juga tidak tahu..
Tapi yang jelas saya terbelenggu dengan hal itu, ketika membaca tulisan ini di komputer jinjing saat jam kerja di Kantor :
Ayah.. terima kasih telah mengajakku ke Monas
Januari 26, 2012 oleh ikhwankopral

Ayah
terimakasih telah mengajakku ke Monas
aku belum pernah lihat Monas
senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas
Pagi itu aku digendong ibu
kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi
pagi yang indah
cuaca pun cerah
kita berjalan bersama menuju Monas
Kita semua bahagia
jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini
ayah sibuk mencari nafkah
aku sudah lama rindu ayah
Ayah
tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu
melayang dari depan
menggelinding menimpa kakak-kakak itu
lalu menimpa kita semua
aku pun terpental
terlepas dari pelukan ibu
Ayah
maafkan aku mendahuluimu
aku masih sangat ingin bersamamu
ingin bermain denganmu
ingin berlama-lama dalam pelukanmu
tapi Allah lebih menyayangiku
Allah menginginkanku pulang…
Ayah
terimakasih sudah berusaha keras menyelamatkanku
terimakasih sudah mencoba memberiku minum
terimakasih sudah memelukku dan menciumku
aku sayang ayah sampai kapanpun
Ayah
kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia —
*Saya kutip dari : http://ahzami.wordpress.com/2012/01/26/ayah-terima-kasih-telah-mengajakku-ke-monas/ *
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda Teguh Hadi Purnomo yusuf sigit Xenia Apriyani afriyani Tugu Tani Monas 9 nyawa hilang imlek berdarah kecelakaan korban | Tinggalkan sebuah Komentar »
Januari 24, 2012 oleh iwan setyawan
“Xin Nian Kuai Le Gong Xi Fa Cai”
artinya kurang lebih : selamat tahun baru, selamat sejahtera dan semoga lancar rezeki.
Ya, mulai senin 23 Jan 2012 kemarin tepat dimulainya Kalender Imlek Tahun 2563. Imlek ke 2563 ini shio nya adalah Naga dan Unsur nya air. Maka banyak orang menyebutnya juga dengan Tahun Naga Air. Di tengah kegembiraan merayakan Imlek dan kegembiraan liburan karena Imlek, ada insiden berdarah yang terjadi di pusat kota jakarta, di dekat Tugu Tani yang letaknya tidak jauh dari Monas dan Istana Negara. 13 Orang yang sedang jalan-jalan pagi dilibas oleh Daihatsu Xenia yang meluncur deras dengan kecepatan tinggi yang tidak bisa dikendalikan oleh sopirnya, yang ternyata belakangan diketahui menggunakan narkoba. 9 orang tewas dan 4 orang luka-luka cukup serius. Satu dari 9 orang yang meninggal adalah ibu yang sedang hamil…….. Dieskalasi oleh social media (Twitter) dan diteruskan oleh media televisi, maka Rakyat Indonesia pun Meradang!!! Lanjut Baca »
Ditulis dalam Esai | Bertanda Xenia Maut Tugu Tani Imlek Afriyani Apriyani Pers Jurnalistik Metro Tv Kompas TV one Trans Indosiar | Komentar Dimatikan
Mei 2, 2011 oleh iwan setyawan
( Elegi bagi Madrid bersama Mou di 2011??? )
Ini kali kedua saya akan nggedabrus tentang Barca…Klub dari Catalan – Spanyol yang baru saja menghabisi musuh bebuyutannya dari Madrid pada leg pertama Semi Final Piala Champion tahun 2011.
Di kandang madrid, partai klasik yang selalu sarat dengan nuansa emosionalitas yang tinggi tersebut, Barca, melalui “Juru Selamat” nya ; Lionel Messi dengan tegas dan mantab 2 kali mengoyak jala yang dijaga Iker Cassilas…
Pertandingan yang berlangsung Panas di Stadio Bernabeu tersebut, diwarnai adu jotos, tendangan dan berhamburannya kartu kuning serta merah oleh Wasit Wolfgang Stark.
Yang paling kontroversial adalah saat Pepe harus menerima Kartu Merah dan keluar dari pertandingan karena tendangan nya dianggap membahayakan Dani Alves.

Selalu ada ketidak puasan atas hasil pertandingan antara 2 klub besar tersebut, berikut komentar-komentar dari Lanjut Baca »
Ditulis dalam Esai | Bertanda Adebayor, Alves, Barca, Barcelona, bernabeu, Bola, Busacca, Catalan, Copa Del Rey, Elegi, Final, Guardiola, inter, Jorge Valdano, jose Mourinho, La Liga, Lapangan, Liga Champion 2011, Madrid Menjerit, Messi, MOU, Mourinho, Ovrebo, Pep, pepe, Porto, Ramos, Real Madrid, Ronaldo, Sepak Bola, Sergio, Stark, UEFA, UNICEF, wolfgang Stark | Tinggalkan sebuah Komentar »
November 16, 2009 oleh iwan setyawan
Di sebuah status facebook salah satu kawan: “@ senayan pagi-pagi, ternyata begini test CPNS itu, seperti mau nonton bola aja
” kemudian di tab lain di window yang sama ; sebuah Portal Berita ternama; berita di hari itu tentang Kantor Menegpora yang akan rekrut 1500 Atlet jadi PNS..
Jadi pertanyaan di benak saya:
Untuk apa pemerintah setiap tahun membuka lowongan kerja begitu banyaknya di setiap Departemen dan kantor pemerintahan lainnya. Mulai dari kantor yang ada di pusat sampai dengan pemerintah yang ada di daerah.
Tentu dengan berbagai dalih, Lanjut Baca »
Ditulis dalam Esai | Bertanda APBN, Beban, Belanja Negara, korupsi, Nepotisme, Pegawai Negeri, PNS, Pungli | 9 Komentar »
Mei 13, 2009 oleh iwan setyawan
Sudah tahukah anda, bagaimana cara membuat SIM baru atau memperpanjang SIM yang sudah habis masa berlakunya??
Kalau anda belum tahu, biarkan saya memberi nasehat kecil kepada anda tentang bagaimana mengurus pembuatan/perpanjangan SIM.
Jika tidak ada loket pelayanan SIM (baik keliling ataupun permanent..biasanya di Mall) maka datanglah ke kantor Polisi (Polres/Polresta) di kota anda. Jangan lupa gunakan baju yang berkerah, karena akan ada sesi pemotretan nantinya. Sesampai di kantor polisi, bergegaslah menuju ke tempat/bagian pembuatan SIM. Disana sudah lengkap tersedia informasi berapa biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan SIM serta secara detail dijelaskan bagaimana prosedur dan syarat-syarat yang dibutuhkan. Dan pastinya jangan kaget jika anda menemukan tulisan besar-besar “Jangan gunakan jasa calo dalam pembuatan SIM”.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda Biaya SIM, Polisi, Pungli, Samsat, SIM, Tilang | 8 Komentar »
Mei 13, 2009 oleh iwan setyawan
Tahun 2005 adalah final terakhir piala champion yang saya tonton. Pertandingan yang sangat dramatis antara Liverpool vs Ac Milan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Liverpool. Sesungguhnya saya ikut gembira waktu itu; karena secara pribadi saya memilih Liverpool dari pada AC Milan untuk memenangkan pertandingan dan menjuarainya.
Kegembiraan saya yang kedua adalah; malam itu saya bisa menonton sampai selesai Final Champions dengan lancar tanpa ada hambatan listrik mati dan halangan cuaca yang biasanya merusak kualitas siaran. Maklum waktu itu saya menontonya di Nabire. Sebuah negeri yang sepertinya antah berantah, jika kita lihat di peta ketika kita di Jawa. Meski sebenarnya, jika saja kita sudah sampai disana, orang jawa akan serasa hidup di kampungnya, karena banyak sekali pendatang jawa yang bermukim disana.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda champions, Joseph Guardiola, Liga, Megawati, Pemilu, Pep, Pilpres, Prabowo, SBY, Wiranto | Tinggalkan sebuah Komentar »
Januari 3, 2009 oleh iwan setyawan
Perlawanan dengan Tatapan
Pada awalnya aku tidak merasa aneh dengan tatapan itu.
Karena hal itu adalah naluri manusia, ketika melihat sesuatu yang asing dihadapanya.
Tapi aku bukanlah orang asing, karena aku sebangsa dan se tanah air dengan dia, satu bahasa persatuan dan satu kepala Negara…
Aku juga tidak bertanya kepadanya, kenapa dia harus memandangku seperti itu. Karena aku pikir, seharusnya dia mengerti itu; bahwa aku dengan dia tidak ada perbedan apapun.
Namun ia tetap memandangku…
Menatapku begitu lama dan tajam..
Karena lelah oleh tatapan matanya akupun pergi.
Keesokan hari, tak kusengaja bertemu dengannya lagi. Kembali dia tatap aku dengan tajam..dan tajam sekali seolah-olah ada pisau di matanya.
Kucepat tingglkan dia, karena ku takut tatapan matanya akan membunuhku. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Cerita Pendek | Bertanda belajar, cerpen, keadilan sosial, kelaparan, Kisah kemiskinan, pemberontakan, perlawanan | 4 Komentar »
Januari 3, 2009 oleh iwan setyawan
Renungan lawas di masa sunyi, di pengasingan papua…
Antara Radio Head Dan Ketawang Puspawarna Mangkunegara IV
Mendengarkan Radio Head memainkan musiknya, seperti mendengarkan gending-gending jawa yang mistis yang terasa nglangut, jiwa laksana mengembara tak tentu arah….
Coba dengarkan pada lagu yg berjudul Kid A, seperti ada gamelan yang dipukul pelan-pelan secara ritmis, dicombine dengan ketukan-ketukan drum synstheizer yang dipukul dengan tempo agak cepat, kemudian masuk suara-suara manusia yang sudah dimodifikasi dengan tekhnologi sehingga terdengar menggeram-geram seperti menggerutu, tertekan dan terkesan kesal… Lanjut Baca »
Ditulis dalam Esai | Bertanda Gamelan, Gending, Ketawang Puspawarna, Mangkunegara IV, Mistis, Musik, Radio Head, Rock | 4 Komentar »
Januari 3, 2009 oleh iwan setyawan
Ini juga kisah lain yang sempat saya tulis sewaktu di Biak.
Cerita ditulis dari celotehan salah satu anak Papua (saya lupa namanya) yang terkadang maen di dekat tempat saya ngekost.
Jika anak ini bercerita, saya melihat dia seperti Butet Kertaradjasa, kemampuannya berimprovisasi dalam monolog, sungguh sangat luar biasa.
Jika dia datang, semuanya berkumpul untuk mendengar dia bercerita…
Sekali lagi…sayang sekali saya lupa namanya..
Tentang Kakek dan Perahu Barunya
Ini adalah cerita tentang rakyat yang turun temurun diwariskan oleh rakyat kepada anak cucunya. Cerita ini mungkin sekedar lelucon kosong bagi kebanyakan orang, tapi beberapa mayarakat tertentu menganggapnya sebagai sebuah lelucon yang benar-benar pernah terjadi.
Konon seorang kakek, di pesisir biak papua, memiliki sebuah perahu baru. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Folklor | Bertanda Biak, Butet, Foklor, Kisah Lucu, Papua | 1 Komentar »
Januari 3, 2009 oleh iwan setyawan
Ini adalah spenggal kisah yang sempat saya tulis saat sedang bekerja di Papua, di tahun 2005.
Jika orang baru mengenal Hand Phone…
Barangkali, bagi kebanyakan orang pada saat ini dunia telepon seluler atau lebih dikenal dengan Hand Phone (HP) saja, sudah bukan hal yang asing.
Kalau 4-5 tahun lalu masih dianggap sebagai barang mewah, karena harga perangkatnya yang selangit, pulsa nya yang mahal serta administrasi pendaftaran pasca bayarnya yang berbelit atau perdana pra bayarnya yang masih berada pada deretan angka hampir mencapai 6 digit. Namun lambat laun dengan semakin murahnya perangkat dan bertambahnya pesaing penyelenggara (operator) seluler di tanah air, mengakibatkan harga yang semakin kompetitif pula. Dampaknya adalah ; pengguna semakin besar, karena harga yang sudah terjangkau oleh banyak lapisan masyarakat di indonesia. Dan bahkan sekarang ini, HP menjadi peralatan yang wajib dimiliki oleh tiap-tiap orang yang mempunyai aktivitas apapun juga. Tak peduli menteri, gubernur, lurah, penjual sayur, dan tukang ojek. Bahkan anak sekolah dasar sekalipun, juga sudah bukan hal yang aneh jika diantaranya membawa HP ke sekolah.
Akan tetapi, pesatnya perkembangan teknologi komunikasi ini di masyarakat, ternyata belum didukung oleh kesiapan masyarakat untuk menggunakan secara benar perangkat tekhnologi yang ia miliki tersebut. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Folklor | Bertanda Biak, Hand Phone, HP, Humor, Lucu, Nabire, Papua, Ponsel, Pulsa | 4 Komentar »
Tulisan Sebelumnya »