Surat Ijin Mengemudi

Sudah tahukah anda, bagaimana cara membuat SIM baru atau memperpanjang SIM yang sudah habis masa berlakunya??

Kalau anda belum tahu, biarkan saya memberi nasehat kecil kepada anda tentang bagaimana mengurus pembuatan/perpanjangan SIM.
Jika tidak ada loket pelayanan SIM (baik keliling ataupun permanent..biasanya di Mall) maka datanglah ke kantor Polisi (Polres/Polresta) di kota anda. Jangan lupa gunakan baju yang berkerah, karena akan ada sesi pemotretan nantinya. Sesampai di kantor polisi, bergegaslah menuju ke tempat/bagian pembuatan SIM. Disana sudah lengkap tersedia informasi berapa biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan SIM serta secara detail dijelaskan bagaimana prosedur dan syarat-syarat yang dibutuhkan. Dan pastinya jangan kaget jika anda menemukan tulisan besar-besar “Jangan gunakan jasa calo dalam pembuatan SIM”.
Begitu jelasnya informasi yang terpampang disana, namun kenapa masih begitu banyak orang yang tidak Pede dalam mengurus SIM dan masih menggunakan jasa calo untuk pembuatan SIM yang tergolong mudah dan sederhana.

Berikut adalah cerita tentang kaum urban yang menyempatkan diri untuk mengurus perpanjangan SIM sewaktu pulang kampung:

Pergilah pagi-pagi ke kantor polisi, diantar salah satu famili yang malam sebelumnya menawarkan diri untuk mempertemukan dengan temanya yang Polisi, yang dia rasa bisa cukup membantu dalam pengurusan SIM. Sehingga bisa lebih cepat dan mudah.
Singkat cerita sudah sampai dan bertemu itu Polisi. Kesan pertama; inilah tipikal polisi jaman kolonial. Yang merasa bahwa kasta Polisi lebih tinggi dibandingkan manusia lainnya. Sehingga tata krama yang berlebihan harus diperlakukan dihadapannya.
Tanpa ada isyarat apapun, kawan Polisi itu meninggalkan kami. Kemudian tangannya melambai dari sebuah ruangan, dan kami pun menyusul kesana. Ada seorang sipil, yang bekerja di kantor polisi tersebut., berada di ruangan itu. Diperkenalkannya kami kepadanya. “Biayanya 215 ribu, karena SIM ini sudah mati 4 bulan, jadi dihitung sebagai pembuatan SIM baru” begitu kata si sipil itu.
Sempat terperangah juga, karena yang saya dengar biaya nya antara 75 sampai 100 ribu untuk perpanjangan SIM. Tak sempat lama berpikir, karena tanpa ada negoisasi si famili langsung mengiyakan, maka dengan berat kusorongkan SIM lamaku dan uang 215 ribu kepadanya. “Sekarang Mas foto dan test kesehatan di seberang kantor polisi sana, jangan lupa KTP nya difotokopi. Kalau sudah selesai, serahkan hasilnya ke saya” pesan singkat dari pak sipil.

Kira-kira 500 meter keluar dari kantor polisi, disebuah rumah yang terlihat kumuh dan tidak terawat di halaman depannya, di tempat itulah Test Kesehatan dilakukan.

Tahukah anda tentang apa yang disebut dengan Test Kesehatan??
Test Kesehatan adalah: 3 orang duduk dihadapan seorang laki-laki berseragam polisi dengan stetoskop tergantung di lehernya. Kemudian polisi ber stetoskop itu bertanya-tanya tentang nama, alamat, tanggal lahir, tinggi badan sambil menuliskan apa yang kita ucapkan di selembar kertas. Lalu dibuka lah sebuah Kertas Bulat test mata, dan masing-masing diminta menyebutkan angka yang ada di kertas tersebut. Cukup sekali bertanya, dan serasa tidak ada motivasi untuk mendapatkan jawaban.
Selanjutnya, pada lembaran kertas yang tadi ditulisnya, dia stempel dan membubuhkan tanda tangannya di masing-masing kertas tersebut. Menyodorkan nya masing-masing ke kami sembari bilang “Cukup Lima Belas Ribu saja”.

Tahukah anda, apakah isi kertas tersebut?
Sebuah surat keterangan dokter yang menyatakan saya berbadan sehat. Sedangkan nama dokter yang tertera di Surat Keterangan tersebut adalah nama wanita yang tentunya jauh berbeda dengan nama yang tertera di badge Polisi berstetoskop tadi. Dan stempel yang ada, adalah nama sebuah poliklinik. Saya juga kurang jelas, dimana sebenarnya letak poliklinik itu.

Sesi selanjutnya adalah Pemotretan. Sebuah ruangan seluas 2 x 3 M, berdiri seorang perempuan muda dengan PC dan printer di mejanya. Juga sebuah kamera pocket digital, diatas CPU yang diletakkan diatas meja. Dimintanya saya berdiri didepan back ground kain biru yang disampingnya terdapat tabel ketinggian (meter). Dalm hitungan 1, 2, 3 klik…menunggu sebentar maka 4 lembar cetak digital ukuran 4 x 6 pun telah ditangan. Ongkosnya sama seperti biaya test kesehatan; 15 ribu rupiah.
Sebuah usaha yang jauh menguntungkan, daripada kerja keras kawan saya sebagai tukang poto keliling. Selembar foto ukuran 4R cukup dijual setengahnya; 7 ribu lima ratus rupiah.

Balik ke kantor polisi dan temui Pak Sipil yang calo tadi, tuk serahkan hasil test kesehatan dan foto. Eh ternyata masih ada satu tahapan lagi yang belum dijalani: Cap Jari tangan di blanko polisi. Nah khusus yang ini sungguh sangat istimewa; sebab apa. Ada tulisan besar-besar didepannya, “Tidak Dipungut Biaya”. Sungguh pernyataan yang membuat kaki sangat ringan untuk melangkah kesana.

Sebelum ke Pak sipil lagi untuk serahkan blanko sidik jari, mampir ke koperasi polisi dulu. Beli map, harganya seribu, tapi warnanya kumal dan tipis. Semua berkas sudah diserahkan ke Pak sipil, tinggal menunggu di ruang tunggu bagian pembuatan SIM.

Disaat menunggu itulah, datangnya sebuah penyesalan. Biaya resmi perpanjangan SIM hanya 60 ribu rupiah saja. Jadi bertanya-tanya kenapa tuh si Calo sipil bisa sampai itungan 215 ribu?. ..

Di ruang tunggu itu beberapa puluh orang sedang menunggu. Ada yang menunggu untuk dipanggil ujian. Ada yang menunggu giliran foto, Ada juga yang terdengar seperti dibentak, karena tidak juga mudeng dengan penjelasan dari petugas pelayanan SIM. Dan tidak beberapa lama nama saya dipanggil untuk foto. Mem by pass yang lain yang sedang menunggu giliran. Selesai foto, kembali ke ruang tunggu dan 10 menit kemudian nama saya dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi.
Maka harga percepatan pembuatan sebuah SIM adalah 155 ribu rupiah!!

About these ads

8 gagasan untuk “Surat Ijin Mengemudi

  1. itulah endonesah.

    tp tidak semua daerah begitu, contohnya di pacitan. benar2 harga aslinya 60ribu. ‘hanya’ saya waktu mendaftar disuruh beli map yang berisi berkas2 isian dihargai 10ribu. mayan lah ga terlalu menguras dompet. totalnya 70ribu.

  2. ah itu seh dah biasa…… dari dulu juga gt……… emang seh resmi segitu antara 65-75 ribu dengan syarat tes praktek yang rata2 jarang berhasil (engga tau blm bisa mengendarai motor/mobil atau karena tesnya suliT) ngga ngerti. yang pasti …… emang susah untuk memenuhi persyaratan di indonesia ini. ujung2nya ya calo lah yang kerjaannya rapi yang berhasil……………………………………………..

  3. #sam ngocu : Surat ijin menikah itu lumrah; ada lembaga formalnya : KUA dan catatan sipil. yang susah adalah Surat ijin tidak menikah…mana ada lembaga formal yang mau mengesahkannya??…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s