<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Estuarey</title>
	<atom:link href="http://estuarey.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://estuarey.wordpress.com</link>
	<description>Batas yang tidak berbatas</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Nov 2009 01:18:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='estuarey.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/18e7634f7704e154624141cfcedab39c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Estuarey</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Beban Negara: PNS!!</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2009/11/16/pegawai-negeri-sipil/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2009/11/16/pegawai-negeri-sipil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Beban]]></category>
		<category><![CDATA[Belanja Negara]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Nepotisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pegawai Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah status facebook salah satu kawan: “@ senayan pagi-pagi,  ternyata begini test CPNS itu,  seperti mau nonton bola aja  ”  kemudian  di tab lain di window yang sama ; sebuah Portal Berita ternama; berita di hari itu tentang Kantor Menegpora yang akan rekrut 1500 Atlet jadi PNS..
Jadi pertanyaan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=183&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di sebuah status facebook salah satu kawan: “@ senayan pagi-pagi,  ternyata begini test CPNS itu,  seperti mau nonton bola aja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ”  kemudian  di tab lain di window yang sama ; sebuah <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/14/11051245/kantor.menegpora.akan.rekrut.1.500.atlet.jadi.pns">Portal Berit</a>a ternama; berita di hari itu tentang Kantor Menegpora yang akan rekrut 1500 Atlet jadi PNS..</p>
<p>Jadi pertanyaan di benak saya:<br />
Untuk apa pemerintah setiap tahun  membuka lowongan kerja begitu banyaknya di setiap Departemen dan kantor pemerintahan lainnya. Mulai dari kantor yang ada di pusat sampai dengan pemerintah yang ada di daerah.<br />
Tentu dengan berbagai dalih,<span id="more-183"></span> mereka bisa mengatakan bahwa itu sudah menjadi kebutuhan setiap tahunnya untuk peningkatan kualitas pelayanan, regenerasi, dsb.<br />
Namun…apa memang sebanyak itukah? Dan segitu banyak kebutuhannya sampai harus dilakukan hampir di setiap tahun???</p>
<p>Cobalah  datang ke Kantor Pemerintahan di beberapa daerah.<br />
Maka yang kita dapatkan kondisi yang hampir serupa. Datang jam 9 pagi dan pulang jam 2 siang. Namun jam 1 sudah siap-siap mau pulang, sehingga tidak bersedia diganggu (baca: diminta pelayanannya). Sedang jam setengah 12 tadi keluar makan siang dan jam 1 baru sampe kantor. Suasana kantor yang semrawut, semua meja diisi berkas sehingga biar dituduh banyak pekerjaan. Waktu yang ideal datang ke kantor pemerintahan adalah jam 10 sampai jam 11. Setelah jam tersebut, susah bagi kita menemui orang atau petugas yang berhubungan dengan pelayanan yang kita butuhkan.  Tapi apakah mereka bekerja beneran di jam segitu?? Ada beberapa diantaranya baca Koran, main game di computer, rumpi dengan teman-temannya. Merokok dan makan apapun, bebas dilakukan di meja kerja meski itu pada waktu jam kerja. Jumlah mereka dalam satu ruangan banyak dan banyak sekali, kalo dibandingkan dengan apa yang mereka kerjakan.</p>
<p>Pernahkah melihat struktur organisasi mereka..<br />
Serba tumpang tindih dan banyak sekali. Begitu banyak kepala, karena setiap orang yang sudah beberapa tahun bekerja, seperti secara otomatis akan jadi kepala.<br />
Inilah yang disebut efektfitas versi Indonesia.<br />
Jumlah PNS di Indonesia  memang sangat banyak, di tahun 2008 saja ada sekitar <a href="http://aparaturnegara.bappenas.go.id/dokumen-sql/download.php?doc=sdm&amp;file=Komposisi+jumlah+PNS+2004-2008.doc">4 jutaan</a> dan di tahun 2009 ini, tentu sudah bertambah lagi, karena PNS yang direkrut  tahun 2009 belum terhitung.<br />
Pos belanja negara untuk mereka saja sudah mencapai  puluhan bahkan mencapai ratusan trilliun setiap tahunnya.  Belum lagi termasuk biaya dinas, biaya siluman, biaya birokasi , dll.<br />
Dan pos belanja itu diambil dari APBN, yang tentunya salah satu sumber terbesarnya adalah  dari pajak yang kita bayar.<br />
Jika melihat pekerjaan mereka sehari-hari serta kesulitan-kesulitan yang kita dapatkan ketika kita mengurus sesuatu dokumen atau hal lain yang membutuhkan pelayanan mereka, rasanya susah bagi kita  untuk Ikhlas dalam membayar pajak.</p>
<p>Banyak hal miris tentang jumlah PNS yang begitu besar, salah satunya adalah yang terjadi di menado, sebagaimana dimuat oleh <a href="http://mdopost.com/news/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=20415&amp;Itemid=1">Harian Lokal Menado</a>. Bagaimana  rakyat sejahtera, jika anggaran belanja setengahnya sudah habis untuk bayar gaji pegawai, sedangkan pembangunan untuk hal-hal penting harus dilewatkan.<br />
Cobalah pergi  ke daerah-daerah  tingkat II (kabupaten atau Kota)  di Indonesia  sekarang ini, hampir sebagian besar dari mereka sedang berlomba-lomba membuat retribusi beraneka macam. Bukannya menumbuhkan iklim investasi, malah semua investor diberatkan oleh ini itu, dengan alasan peningkatan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD). Beginilah jika APBD mereka sudah habis untuk membayar pegawai.</p>
<p>Saya setuju dengan alternatif solusi untuk mengurangi secara signifikan PNS di Indonesia, sekaligus juga menutup (selama beberapa tahun) rekruitmen untuk pos-pos yang tidak penting dan mendesak dibutuhkan.<br />
Dan penting juga bagi petinggi-petinggi negeri ini untuk mempunyai  paradigma tentang efesiensi jumlah pegawai guna efektifitas pekerjaan.<br />
Seyogyanya menjadi pegawai negeri bukanlah hadiah, sebagaimana dicontohkan oleh kebijakan  Menegpora  dengan memberikan tempat bagi 1500 atlet menjadi PNS seperti tertulis diatas.  PNS seharusnya didapatkan dari recruitment yang berkualitas, dan posisi yang ditempati memanglah dubutuhkan organisasi, bukan karena sengaja di buat ada.<br />
Memberikan penghargaan kepada atlet yang berprestasi, bisa saja dengan memberi modal  berwirausaha beserta pelatihan yang cukup, sehingga benar-benar  disiapkan bagi mereka untuk mandiri. Atau bisa juga diberikan beasiswa sekolah atau beasiswa pelatihan untuk profesi tertentu. Menjadikan mereka pegawai negeri hanyalah menambah beban anggaran belanja yang secara otomatis menambah beban rakyat juga.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=183&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2009/11/16/pegawai-negeri-sipil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Ijin Mengemudi</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2009/05/13/surat-ijin-mengemudi/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2009/05/13/surat-ijin-mengemudi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 18:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya SIM]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<category><![CDATA[Tilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sudah tahukah anda, bagaimana cara membuat SIM baru atau memperpanjang SIM yang sudah habis masa berlakunya??
Kalau anda belum tahu,  biarkan saya memberi nasehat kecil kepada anda tentang bagaimana mengurus pembuatan/perpanjangan SIM.
Jika tidak ada loket pelayanan SIM (baik keliling ataupun permanent..biasanya di Mall) maka datanglah ke kantor Polisi (Polres/Polresta) di kota anda. Jangan lupa gunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=174&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah tahukah anda, bagaimana cara membuat SIM baru atau memperpanjang SIM yang sudah habis masa berlakunya??</p>
<p>Kalau anda belum tahu,  biarkan saya memberi nasehat kecil kepada anda tentang bagaimana mengurus pembuatan/perpanjangan SIM.<br />
Jika tidak ada loket pelayanan SIM (baik keliling ataupun permanent..biasanya di Mall) maka datanglah ke kantor Polisi (Polres/Polresta) di kota anda. Jangan lupa gunakan baju yang berkerah, karena akan ada  sesi pemotretan nantinya. Sesampai di kantor polisi, bergegaslah menuju ke tempat/bagian pembuatan SIM. Disana sudah lengkap tersedia  informasi berapa biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan SIM serta secara detail dijelaskan bagaimana prosedur dan syarat-syarat yang dibutuhkan. Dan pastinya jangan kaget jika anda menemukan tulisan besar-besar “Jangan gunakan jasa calo dalam pembuatan SIM”.<br />
<span id="more-174"></span>Begitu jelasnya informasi yang terpampang disana, namun kenapa masih begitu banyak orang yang tidak Pede dalam mengurus SIM dan masih menggunakan jasa calo untuk pembuatan SIM yang tergolong mudah dan sederhana.</p>
<p>Berikut adalah cerita tentang  kaum urban yang  menyempatkan diri untuk mengurus perpanjangan SIM sewaktu pulang kampung:</p>
<p>Pergilah pagi-pagi ke kantor polisi, diantar salah satu famili yang malam sebelumnya menawarkan diri untuk mempertemukan dengan temanya yang Polisi, yang dia rasa bisa cukup membantu dalam pengurusan SIM. Sehingga bisa lebih cepat dan mudah.<br />
Singkat cerita sudah sampai dan bertemu itu Polisi. Kesan pertama; inilah tipikal polisi jaman kolonial. Yang merasa bahwa kasta Polisi lebih tinggi dibandingkan manusia lainnya. Sehingga tata krama yang berlebihan harus diperlakukan dihadapannya.<br />
Tanpa ada isyarat apapun, kawan Polisi itu meninggalkan  kami. Kemudian tangannya melambai dari sebuah ruangan, dan kami pun menyusul kesana. Ada seorang sipil, yang bekerja di kantor polisi tersebut., berada di ruangan itu. Diperkenalkannya kami kepadanya. “Biayanya 215 ribu, karena SIM ini sudah mati 4 bulan, jadi dihitung sebagai pembuatan SIM baru” begitu kata si sipil itu.<br />
Sempat terperangah juga, karena yang saya dengar biaya nya antara 75 sampai 100 ribu untuk perpanjangan SIM. Tak sempat lama berpikir, karena tanpa ada negoisasi si famili langsung mengiyakan, maka dengan berat  kusorongkan SIM lamaku dan uang 215 ribu kepadanya. “Sekarang Mas foto dan test kesehatan di seberang kantor polisi sana, jangan lupa KTP nya difotokopi. Kalau sudah selesai, serahkan hasilnya ke saya” pesan singkat dari pak sipil.</p>
<p>Kira-kira 500 meter keluar dari kantor polisi, disebuah rumah yang terlihat kumuh dan tidak terawat di halaman depannya, di tempat itulah Test Kesehatan dilakukan.</p>
<p>Tahukah anda tentang apa yang disebut dengan Test Kesehatan??<br />
Test Kesehatan adalah: 3 orang duduk dihadapan seorang laki-laki berseragam polisi dengan stetoskop tergantung di lehernya. Kemudian polisi ber stetoskop itu bertanya-tanya tentang nama, alamat, tanggal lahir, tinggi badan sambil menuliskan apa yang kita ucapkan di selembar kertas. Lalu dibuka lah sebuah Kertas Bulat test mata, dan masing-masing diminta menyebutkan angka yang ada di kertas tersebut. Cukup sekali bertanya, dan serasa tidak ada motivasi untuk mendapatkan jawaban.<br />
Selanjutnya, pada lembaran kertas yang tadi ditulisnya,  dia stempel dan membubuhkan tanda tangannya di masing-masing kertas tersebut. Menyodorkan nya masing-masing ke kami sembari bilang “Cukup Lima Belas Ribu saja”.</p>
<p>Tahukah anda, apakah isi kertas tersebut?<br />
Sebuah surat keterangan dokter yang menyatakan saya berbadan sehat. Sedangkan nama dokter yang tertera di Surat Keterangan tersebut adalah nama wanita yang tentunya  jauh berbeda dengan nama yang tertera di badge Polisi berstetoskop tadi. Dan stempel yang ada, adalah nama sebuah poliklinik. Saya juga kurang jelas, dimana sebenarnya letak poliklinik itu.</p>
<p>Sesi selanjutnya adalah Pemotretan. Sebuah ruangan seluas 2 x 3 M, berdiri seorang perempuan muda dengan PC dan printer di mejanya. Juga sebuah kamera pocket digital, diatas CPU yang diletakkan diatas meja. Dimintanya saya berdiri didepan back ground kain biru yang disampingnya terdapat tabel ketinggian (meter). Dalm hitungan 1, 2, 3 klik…menunggu sebentar maka 4 lembar cetak digital ukuran 4 x 6 pun telah ditangan. Ongkosnya sama seperti biaya test kesehatan; 15 ribu rupiah.<br />
Sebuah usaha yang jauh menguntungkan, daripada kerja keras kawan saya sebagai tukang poto keliling. Selembar foto ukuran 4R cukup dijual setengahnya; 7 ribu lima ratus rupiah.</p>
<p>Balik ke kantor polisi  dan temui Pak Sipil yang calo tadi, tuk serahkan hasil test kesehatan dan foto. Eh ternyata masih ada satu tahapan lagi yang belum dijalani: Cap Jari tangan di blanko polisi. Nah khusus yang ini sungguh sangat istimewa; sebab apa. Ada tulisan besar-besar didepannya, “Tidak Dipungut Biaya”. Sungguh pernyataan yang membuat kaki sangat ringan untuk melangkah kesana.</p>
<p>Sebelum ke Pak sipil lagi untuk serahkan blanko sidik jari, mampir ke koperasi polisi dulu. Beli map, harganya seribu, tapi  warnanya kumal dan tipis. Semua berkas sudah diserahkan ke Pak sipil, tinggal menunggu di ruang tunggu bagian pembuatan SIM.</p>
<p>Disaat menunggu itulah, datangnya sebuah penyesalan. Biaya resmi perpanjangan SIM hanya 60 ribu rupiah saja. Jadi bertanya-tanya kenapa tuh si Calo sipil bisa sampai itungan 215 ribu?. ..</p>
<p>Di ruang tunggu itu beberapa puluh orang sedang menunggu. Ada yang menunggu untuk dipanggil ujian. Ada yang menunggu giliran foto, Ada juga yang terdengar seperti dibentak, karena tidak juga mudeng dengan penjelasan dari petugas pelayanan SIM. Dan tidak beberapa lama nama saya dipanggil untuk foto. Mem by pass yang lain yang sedang menunggu giliran. Selesai foto, kembali ke ruang tunggu dan 10 menit kemudian nama saya dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi.<br />
Maka harga percepatan pembuatan sebuah SIM adalah 155 ribu rupiah!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=174&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2009/05/13/surat-ijin-mengemudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Champions</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2009/05/13/champions/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2009/05/13/champions/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 16:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[champions]]></category>
		<category><![CDATA[Joseph Guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[Liga]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Pep]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2005 adalah final terakhir piala champion yang saya tonton. Pertandingan yang sangat dramatis antara Liverpool vs Ac Milan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Liverpool. Sesungguhnya saya ikut gembira waktu itu; karena secara pribadi saya memilih Liverpool dari pada AC Milan untuk memenangkan pertandingan dan menjuarainya.
Kegembiraan saya yang kedua adalah; malam itu saya bisa menonton sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=170&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tahun 2005 adalah final terakhir piala champion yang saya tonton. Pertandingan yang sangat dramatis antara Liverpool vs Ac Milan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Liverpool. Sesungguhnya saya ikut gembira waktu itu; karena secara pribadi saya memilih Liverpool dari pada AC Milan untuk memenangkan pertandingan dan menjuarainya.<br />
Kegembiraan saya yang kedua adalah; malam itu saya bisa menonton sampai selesai Final Champions dengan lancar tanpa ada hambatan listrik mati dan halangan cuaca yang biasanya merusak kualitas siaran. Maklum waktu itu saya menontonya di Nabire. Sebuah negeri yang sepertinya antah berantah, jika kita lihat di peta ketika kita di Jawa.  Meski sebenarnya, jika saja kita sudah sampai disana, orang jawa akan serasa hidup di kampungnya, karena banyak sekali pendatang jawa yang bermukim disana.<br />
<span id="more-170"></span><br />
Tahun 2009 ini saya berniat untuk tidak ketinggalan menonton Final Liga Champion lagi. Kali ini saya sangat meyukai Barcelona dan berharap team ini bisa memenangi Liga paling bergengsi tersebut; dengan menyudahi kegemilangan Manchester United.<br />
Permainan Barcelona sungguh sangat impresif, begitu alasan yang membuat saya mengaguminya. Sejak Joseph “Pep” Guardiola menukangi team ini, kemenangan demi kemenangan diraih oleh barca. Dan semua kemenangan itu dibuat dengan permainan menyerang yang sangat memikat, skil tinggi, serta hujan gol ke team lawan. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa Barca juga banyak kemasukan gol akibat dari strategi menyerangnya itu. Namun bagi saya, itulah resiko dari strategi yang dipilih. Yang terpenting kemenangan sudah dibuat dari sebuah pertandingan yang memikat.<br />
Joseph Guardiola dengan Barca nya telah menunjukkan kepada dunia bagaimana sebuah pertandingan sepak bola disajikan. Pencapaian kemenangan dengan berusaha keras untuk  membuat gol sebanyak-banyak nya ke gawang lawan melalui skema dan pola permainan dari ketrampilan individu yang disusun secara luar biasa.<br />
Kemenangan sebuah pertandingan sepakbola,  yang dihasilkan dari permainan bertahan lalu mencari celah untuk sekali membuat gol dan kembali bertahan habis-habis an atau berharap menang melalui adu penalti adalah menyimpangi Prinsip dan Filosofi sepak bola. “Sepak Bola Dunia Sudah Mati’ begitu teriak para Pencinta Bola demi melihat kemenangan yang diraih oleh tim-tim bergaya seperti itu. </p>
<p>Di awal-awal  pelatih Joseph Guardiola ditunjuk menjadi manager team, banyak orang sangsi atas kemampuanya, jika menegok jejak rekam kepelatihannya waktu itu. Dan kesangsian banyak orang akan prestasi Barca pada masa mendatang semakin bertambah-tambah, setelah  Pep memecat beberapa pilar penting Barca di masa kepelatihan Frank Rijkard. Adalah Ronaldinho dan Deco, yang menjadi “korban” dari konsep dan startegi Pep yang akan diterapkan pada Barcelona FC. Ronaldinho dan Deco adalah superstar di masa nya. Keduanya motor serangan tim dan pengatur permainan Tim sehingga permainan Barcelona  juga terlihat impresif semasa Rijkard masih menukangi team itu.<br />
Hujan protes dan komplain habis-habis an dari pencinta Barca tidak membuat Pep bergeming atas keputusan yang sudah diambilnya. “Saya Manager Team, saya berhak memutuskan apa yang seharusnya diputuskan, serta berhak melakukan apa yang seharusnya saya lakukan dalam kapsitas saya sebagai Manager Team”, begitu pep menegaskan tentang dirinya.<br />
Kini lihat lah dengan apa yang telah dihasilkan oleh Pep. Sebuah team yang diklaim oleh oleh pendukung fanatiknya sebagai  Team Barca terbaik sepanjang masa!!!</p>
<p>Sekarang saya coba celingak celinguk ke negeri sendiri saya sendiri, membandingankannya dengan kehidupan bernegara dan berbangsa di tanah air tercinta ini. Saat ini Pemilihan Umum Legislatif sudah selesai. Dan hasilnya pun juga sudah di umumkan oleh KPU beberapa hari yang lalu.<br />
Kabar terkini adalah tentang  seorang manusia indonesia,  yang sudah terpilih oleh sekian ratus juta rakyat, dan sekarang ini (melalui beberapa survey), masih dikehendaki oleh berjuta Rakyat Indonesia untuk mengemban amanah meneruskan perjuangannya membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat, terlihat seperti orang yang bimbang dan peragu. Sekian lama waktu yang dimiliki untuk berpikir siapa orang yang pantas untuk dipilihnya sebagai wakilnya dalam kompetisi kepresidenan; terkesan kurang cukup. Alih-alih untuk melihat bagaimana struktur kabinetnya, bahkan untuk menegaskan siapa pendamping nya pun kita belum diberi kesempatan untuk mengetahuinya.  Memang sebenarnya; kebanyakan rakyat pun tidak mau tahu siapa calon wakil  yang akan dipilihnya. Namun bagi rakyat; kini sudah gamblang terlihat bagaimana besarnya kepentingan yang berada dibelakang calon presiden itu dan betapa ragu-ragu nya dia menetukan keputusan. Hal ini berbanding terbalik dengan begitu besarnya harapn rakyat terhadap dirinya.</p>
<p>Rakyat Indonesia memang tidak cukup punya banyak pilihan alternatif, siapa calon pemimpin negeri ini, diluar mainstream yang sudah mengemuka. Akibat dari regulasi yang mengharuskan calon presiden  diajukan oleh Parpol yang mendapatkan suara minimal 20% nasional dari Pemilu Legislatif. Satu pemimpin wanita dari Partai mengemuka, terlihat sudah begitu tidak populer dimata kelas menengah, karena sangat diragukan kapabilitasnya. Bahkan ketika pemilu legislatif akan dilaksanakan, ada 97 ribu pengguna facebook yang bergabung di salah satu thread bilang tidak pada wanita ini untuk menjadi Presiden RI akan datang.  Ada 3 Jenderal yang terlihat menggebu, mencalonkan diri menjadi Presiden. Satu diantaranya adalah Jenderal Rising Star dimasa orde baru. Banyak aktivis HAM yang sama sekali tidak tertarik dengan jenderal satu ini, dan berusaha menahan laju jendral ini ke tampuk RI 1, melihat berdarah-darah nya jejak rekam dia selama ini serta ketrkaitanya dengan Orba.<br />
Satu jenderal yang lain; juga punya masa lalu yang buruk berkaitan dengan HAM. Utamanya untuk kasus Mei 1998 dan kerusuhan di Dili pada masa pasca jajak pendapat. Tapi kenapa, resistensi atas jenderal yang satu ini tidak sekuat dengan jenderal satunya lagi. Saya juga kurang mengerti.<br />
Kemudian ada  wakil presiden yang juga ketua partai hegemonik masa orde baru. Sepanjang survey dilakukan oleh beberapa lembaga survey, kepopuleran wakil presiden ini jauh dibawah dari Presiden sekarang ini. Meski dia sudah jungkir balik semasa menjabat wakil presiden, agar dia kelihatan berbeda dibanding wakil presiden &#8211; wakil presiden sebelumnya dan tentunya agar mendapatkan simpati dari rakyat .<br />
Diantara calon-calon pemimpin yang tidak mempunyai kesan yang tinggi itulah, kini bangsa indonesia lebih suka memilih SBY dibanding lainnya.</p>
<p>Saya menyukai  Pep, karena keteguhannya dengan penerapan konsep dan strategi nya dalam membangun team sepak bola nya. Memang mengurus negara tidaklah semudah mengurus sebuah team sepak bola. Namun filosofi tentang keteguhan sikap dan ketegasan, mutlak harus dimiliki oleh pemimpin manapun apalagi pemimpin sebuah negara besar seperti Indonesia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=170&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2009/05/13/champions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlawanan dengan Tatapan</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/perlawanan-dengan-tatapan/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/perlawanan-dengan-tatapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 06:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kelaparan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[pemberontakan]]></category>
		<category><![CDATA[perlawanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Perlawanan dengan Tatapan
Pada awalnya aku tidak merasa aneh dengan tatapan itu.
Karena hal itu adalah naluri manusia, ketika melihat sesuatu yang asing dihadapanya.
Tapi aku bukanlah orang asing, karena aku sebangsa dan se tanah air dengan dia, satu bahasa persatuan dan satu kepala Negara…
Aku juga tidak bertanya kepadanya, kenapa dia harus memandangku seperti itu. Karena aku pikir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=140&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Perlawanan dengan Tatapan</strong></em></p>
<p>Pada awalnya aku tidak merasa aneh dengan tatapan itu.<br />
Karena hal itu adalah naluri manusia, ketika melihat sesuatu yang asing dihadapanya.<br />
Tapi aku bukanlah orang asing, karena aku sebangsa dan se tanah air dengan dia, satu bahasa persatuan dan satu kepala Negara…<br />
Aku juga tidak bertanya kepadanya, kenapa dia harus memandangku seperti itu. Karena aku pikir, seharusnya dia mengerti itu; bahwa aku dengan dia tidak ada perbedan apapun.<br />
Namun ia tetap memandangku…<br />
Menatapku begitu lama dan tajam..<br />
Karena lelah oleh tatapan matanya akupun pergi.<br />
Keesokan hari, tak kusengaja bertemu dengannya lagi. Kembali dia tatap aku dengan tajam..dan tajam sekali seolah-olah ada pisau di matanya.<br />
Kucepat tingglkan dia, karena ku takut tatapan matanya akan membunuhku.<span id="more-140"></span><br />
Disuatu kesempatan, pada suatu situasi tertentu yang memojokkanku, aku tak bisa menghindar lagi.  Ditatapnya aku dengan sangat tajam, tanpa bergerak sedikitpun, hanya matanya yang menancap lurus kepadaku..<br />
Kurasakan detak jantungku berdegup dengan cepat, keringat dingin mengucur dari tubuhku dan tak satupun bagian tubuhku yang bisa digerakkan..<br />
Kupaksakan dengan sekuat tenaga yang kumiliki, namun kaki, badan dan tubuhku tak juga bergerak…Hingga aku bisa membuka mulutku…<br />
Kukatakan kepadanya ; “ kawan, kenapa kau tatap aku seperti itu?”<br />
Lama…tak terdengar jawaban darinya..<br />
Lalu kuulangi dengan pertanyaan yang sama.<br />
Namun belum juga ada jawaban darinya..<br />
Hingga pertanyaan sama kuulangi sampai ketiga kali.<br />
Dan dia hanya menjawab : “Kawan ?”<br />
“iya kawan, kenapa kau tatap aku seperti itu?”,  kutegaskan pertanyaanku.<br />
“aku bukan kawanmu”, teriaknya.<br />
“aku datang kesini bukan untuk maksud jelek, untuk itu aku panggil engkau kawan”, kujelaskan kepadanya kenapa aku harus memanggilnya kawan.<br />
Dan dia menjawabnya dengan nada tinggi ;<br />
“Atas segala perbuatan jahat yang telah kau lakukan kepada kami, kini kau bilang tidak punya maksud jelek !?..puih….dan diapun meludah.<br />
“perbuatan jahat apa yang kau maksudkan kawan, sehingga membuatmu murka seperti itu. Sedangkan aku baru datang kesini. Bahkan melihatmu pun belum lama”.<br />
“Jangkan kau panggil aku kawan!!”, teriaknya<br />
“iya…iya…maksudku aku tidak mengerti dengan yang kamu tuduhkan kepadaku?”<br />
“Bagaimana mungkin kau tidak tahu. Engkau adalah biang segala masalah yang terjadi disini, jika saja kau tidak terlibat langsung setidaknya kau telah terlibat secara tidak langsung dengan kehancuran yang terjadi disini. Dengan menikmati apa yang telah dilakukan pemimpinmu dan membiarkan kami hancur, maka secara tidak langsung sudah terlibat dengan Kejahatan kepada kami”<br />
Dia berbicara dengan sangat bernafsu dan nada tinggi…<br />
“Kehancuran macam apa yang kau maksudkan, kawan?”..kataku.<br />
Segera ia menimpali ; “Sudah kubilang, jangan panggil aku kawan!”<br />
“Jika aku salah memanggilmu kawan, lalu aku harus panggil apa kepadamu?’<br />
“kau cukup berbicara saja, tanpa perlu memanggil apapun kepadaku”..ia berbicara dengan nada bicara yang agak rendah.<br />
“baik kalau begitu, tolong jawab pertanyaanku tadi, kehancuran apa yang kau maksudkan?”<br />
“jika engau tidak buta, tuli, punya otak dan perasaan, maka seharusnya kau sudah tahu dengan apa yang aku maksud”…begitu sinis jawaban darinya<br />
‘Benar, saya sungguh sangat tidak mengerti dengan apa yang kau maksud, kaw…”sebelum aku sempat meneruskan bicaraku, aku sadar kalu ia tidak mau dipanggil kawan, maka langsung aja kupotong sendiri bicaraku, dan dengan cepat kututup mulutku sendiri dengan tanganku..<br />
Tapi ia tidak meresponya, dan ia  cuma berkata ;”berarti benar kau buta, tuli, tidak punya otak dan hati?”<br />
“jika karena ketidaktahuanku dengan apa yang kau maksud tentang kejahatan, aku membenarkan apa yang kau katakan. Aku benar-benar tidak tahu dengan apa yang kau maksud. Jadi mungkin benar, kalau aku tidak pernah melihatnya, sehingga kau bilang aku buta. Aku tidak mendengarnya, sehingga kau bilang aku tuli. Dan aku tidak bisa berpikir tentang apa yang kau maksud, sehingga kau bilang aku tidak punya otak. Juga aku tidak bisa merasakan itu semua, sehingga kau bilang aku tidak punya hati”.<br />
“Kau bukan buta karena tidak bisa melihat, tapi membutakan diri, sehingga seolah-olah kau tidak bisa melihat. Kau bukan tuli, karena tidak bisa mendengar, tetapi telingamu telah kau sumpal dengan rapat untuk tidak mau mendengar tentang ini semua. Kau juga bukan tidak berakal karena tidak ber otak, tetapi otakmu telah kau sterilkan untuk berpikir tentang hal-hal yang terjadi kepada kami,. Dan kau juga bukan tidak berperasaan karena tidak punya hati, namun tidak ada satupun bagian dari hidupmu yang bisa merasakan betapa menderitanya kami disini”..begitu tangkas ia menjawab.</p>
<p>“jika memang aku sangat terkutuk, kejahatan apa yang aku lakukan?”…tanyaku</p>
<p>“Fikirkan itu !!!”..teriaknya</p>
<p>Dan aku ditinggalkannya….</p>
<p>Aku benar-benar tidak mengerti dengan segala apa yang dituduhkan kepadanya.  Tentang perbuatan jahat yang pernah akau lakukan, atau tentang menikmati hasil dari perbuatan jahat tersebut. Kupikir lebih mendalam lagi apa yang ia maksudkan dengan kejahatan tersebut, kuingat-ingat perbuatan jahat yang pernah aku lakukan. Kuingat lebih dalam lagi, dan seingatku sejahat-jahatnya yang aku lakukan sepertnya  tidak pernah punya dampak yang sedemikian besar, sampai bisa menyeberang pulau sejauh ini.  Dan kuingat lagi, hasil perbuatan jahat yang pernah aku nikmati. Rasa-rasanya tidak pernah sespektakuler yang ia tuduhkan, karena hasil nya juga begitu-begitu saja….. Tapi kalo yang tidak secara langsung aku nikamati….oh mungkin saja. Karena saya tidak pernah tahu bagaimana, darimana dan dari siapa, atas sesuatu yang aku nikmati secara tidak langsung….Mungkin saja ini yang ia maksudkan!<br />
Tapi apa ?<br />
Kobolak balik semua ingatan yang ada di kepala.<br />
Kunalar-nalar pikiran yang tersedia di otakku.<br />
Coba kurangkai dengan logika-logika sederhana yang kukuasai.<br />
Dan hasilnya …..<br />
Aku tidak mendapatkan jawaban.<br />
Akhirnya kutinggalkan saja semua pikiran-pikiran tentang itu.</p>
<p>Aktifitas hidup kulalui dengan datar-datar saja setelah itu.<br />
Tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan memburu yang datang kepadaku sebagaimana kemarin.<br />
Namun kalimat-kalimat keras dari anak itu masih terus membekas dalam ingatanku.<br />
Tiap waktu masih selalu berpikir untuk menemukan arti atas teriakan-teriakan yang tidak bikin pekak telinga tapi bikin hati terasa ngilu..<br />
Ada sesuatu yang menarik, selama aku amati lingkungan didaerah sini. Menarik itu bukan berarti indah dan menyenangkan, namun kemenarikan itu kulihat dari sisi yang sebaliknya.<br />
Orang-orang asli sini seperti ngenger di negerinya sendiri, tak kulihat kemakmuran secara merata terbagi di wilayah ini. Betapa terpinggirkannya mereka dalam sosial dan ekonomi.<br />
Hidup diatas tanah emas bukan lantas secara otomatis membuatnya menjadi makmur.</p>
<p>Biak, 4 Agustus 2005</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=140&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/perlawanan-dengan-tatapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Radio Head Dan Ketawang Puspawarna Mangkunegara IV&#8230;.</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/antara-radio-head-dan-ketawang-puspawarna-mangkunegara-iv/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/antara-radio-head-dan-ketawang-puspawarna-mangkunegara-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 06:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Gamelan]]></category>
		<category><![CDATA[Gending]]></category>
		<category><![CDATA[Ketawang Puspawarna]]></category>
		<category><![CDATA[Mangkunegara IV]]></category>
		<category><![CDATA[Mistis]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Head]]></category>
		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Renungan lawas di masa sunyi, di pengasingan papua&#8230;

Antara Radio Head Dan Ketawang Puspawarna Mangkunegara IV
Mendengarkan  Radio Head  memainkan musiknya, seperti mendengarkan gending-gending jawa yang mistis yang terasa nglangut, jiwa laksana mengembara tak tentu arah….
Coba dengarkan pada lagu yg berjudul Kid A, seperti ada gamelan yang dipukul pelan-pelan secara ritmis, dicombine dengan ketukan-ketukan drum synstheizer yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=137&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Renungan lawas di masa sunyi, di pengasingan papua&#8230;<br />
</em><br />
<strong>Antara Radio Head Dan Ketawang Puspawarna Mangkunegara IV</strong></p>
<p>Mendengarkan  Radio Head  memainkan musiknya, seperti mendengarkan gending-gending jawa yang mistis yang terasa nglangut, jiwa laksana mengembara tak tentu arah….<br />
Coba dengarkan pada lagu yg berjudul Kid A, seperti ada gamelan yang dipukul pelan-pelan secara ritmis, dicombine dengan ketukan-ketukan drum synstheizer yang dipukul dengan tempo agak cepat, kemudian masuk suara-suara manusia yang sudah dimodifikasi dengan tekhnologi sehingga terdengar menggeram-geram seperti menggerutu, tertekan dan terkesan kesal…<span id="more-137"></span><br />
Entah apa yang menjadi latar belakang lagu ini diciptakan……</p>
<p>Musik bagaimanapun juga tak bisa berdiri sendiri, terpisah dari suasana jiwa penciptanya. Meski demikian, tak selamanya ketika musik yang diciptakan tersebut dihadirkan kepada pendengarnya dan kemudian diapresiasi, maka maksud yang diharapkan akan sama.<br />
Musik adalah ruang apresiasi yang terbuka bagi siapapun. Orang boleh menerjemahkan apapun atas musik rangkaian melodi yang masuk ke telinganya.</p>
<p>Musik yang baik adalah yang mampu memberikan suasan lain di batin pendengarnya, dan mendorong pendengar untuk mengapresiasinya lebih jauh. Dan apresiasi terindah adalah apresiasi jiwa. Pada apresiasi ini, mulut tidak perlu bicara. Tidak perlu ada pengucapan enak didengar atau mengangkat tangan tanda puas atas indahnya melodi yang disampaikan.<br />
Dalam tataran ini, jiwa yang akan bicara kepada seluruh anggota tubuh kita.<br />
Dia akan mendekam dan terendam dalam ruangan khsusus pada batin. Waktu akan memprosesnya untuk beberapa lama, untuk pertemukan dengan kenyataan-kenyataan lain dalam hidup. Dan pada suatu ketika, saat ada momentum tertentu dia akan muncul dan menghadir dalam tindakan yang riil. Inilah tindakan jiwa, hasil dari oleh batin yang terproses. Bukan begitu saja hadir dan mengada.</p>
<p>Radio head berasa dari inggris, terpisah jarak ribuan kilometer dari jawa. Tetapi kenapa ada sound musik jawa disitu? Seolah-olah ada Ketawang Puspawarna milik Mangkunegara IV disitu.<br />
Mungkin saja, musik yang dihasilkan radio head bukanlah orisinil hasil karya dari musisinya. Barangkali di salah satu atau sebagian atau bahkan mungkin keseluruhan dari musiknya mengambil sound-sound tertentu yang sudah ada dari musik yang lain, namun diluar hal itu (dengan mengabaikan penjiplakan dan lain sebagainya, sebab belum ada  referensi yang bisa saya dapatkan untuk membuktikan hal itu) persamaan sound seperti itu adalah hal yang wajar&#8230;.sangat wajar.<br />
Sound adalah hasil dari rembugan jiwa. Tidak pernah ada sound yang benar-benar murni hasil dari olah pikir manusia. Aku sangat yakin, bahwa orang tidak pernah bisa memprediksi bagaimana bunyi suara itu sebelum ia pernah mendengarkan sebelumnya. Manusia cuma memberikan persetujuan dalam pikiran dan batinnya terdapat sound yang ia dapatkan, yang kemudian ia rangkai dalam melodi tertentu.<br />
Sound adalah alam itu sendiri, sebuah misteri yang terus menerus perlu proses untuk dipecahkan. Begitu juga dengan hidup ini…..<br />
Wallahualam</p>
<p>Biak 4 Juli 2005</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=137&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/antara-radio-head-dan-ketawang-puspawarna-mangkunegara-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Kakek dan Perahu Barunya</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/131/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/131/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 05:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Folklor]]></category>
		<category><![CDATA[Biak]]></category>
		<category><![CDATA[Butet]]></category>
		<category><![CDATA[Foklor]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Ini juga kisah lain yang sempat saya tulis sewaktu di Biak.
Cerita ditulis dari celotehan salah satu anak Papua (saya lupa namanya) yang terkadang maen di dekat tempat saya ngekost.
Jika anak ini bercerita, saya melihat dia seperti Butet Kertaradjasa, kemampuannya berimprovisasi dalam monolog, sungguh sangat luar biasa.
Jika dia datang, semuanya berkumpul untuk mendengar dia bercerita&#8230;
Sekali lagi&#8230;sayang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=131&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Ini juga kisah lain yang sempat saya tulis sewaktu di Biak.<br />
Cerita ditulis dari celotehan salah satu anak Papua (saya lupa namanya) yang terkadang maen di dekat tempat saya ngekost.<br />
Jika anak ini bercerita, saya melihat dia seperti Butet Kertaradjasa, kemampuannya berimprovisasi dalam monolog, sungguh sangat luar biasa.<br />
Jika dia datang, semuanya berkumpul untuk mendengar dia bercerita&#8230;<br />
Sekali lagi&#8230;sayang sekali saya lupa namanya..</em></p>
<p><strong>Tentang Kakek dan Perahu Barunya</strong></p>
<p>Ini adalah cerita tentang rakyat yang turun temurun diwariskan oleh rakyat kepada anak cucunya. Cerita ini mungkin sekedar lelucon kosong bagi kebanyakan orang, tapi beberapa mayarakat tertentu menganggapnya sebagai sebuah lelucon yang benar-benar pernah terjadi.</p>
<p>Konon seorang kakek, di pesisir biak papua, memiliki sebuah perahu baru. <span id="more-131"></span>Setelah sekian lama menabung dari hasil mencari ikan dengan perahu sewaan dan menjadi buruh pada perahu-perahu besar selama ber tahun-tahun. Akhirnya dia mampu membeli sebuah perahu, meskipun perahu kecil, namun cukuplah baginya untuk mencari ikan di laut, untuk menyambung hidupnya.<br />
Si kakek ini tinggal bersama istrinya saja, sedangkan anak dan cucunya sudah pindah ke wilayah lain yang jauh dari tempat dia sekarang tinggal.<br />
Meskipun sudah renta ia tetap memiliki semangat yang tinggi, untuk menekuni pekerjaanya, karena dari sanalah dia bisa meneruskan hidup bersama istrinya.<br />
Memiliki sesuatu (dalam hal ini adalah barang/benda) yang baru, bagi kebanyakan orang adalah hal yang sangat mengairahkan dan menggembirakan dalam hidup. Dan bahkan banyak orang berusaha melakukan sesuatu yang berlebihan untuk memproteksi agar supaya benda yang baru ia miliki tersebut tetap dalam keadaan baik. Begitu pula sang kakek, dengan perahu barunya. Setiap hari ia melakukan perawatan super cermat dan inisiatif kerajinan yang tinggi terhadap perahunya itu. Mulai membersihkan badan  perahu bagian luar sampai ke sela-sela kecil yang ada di dalam perahu. Bahkan ia membeli cat dan mengecat beberapa bagian perahu dengan lukisan-lukisan tertentu, yang menurutnya menambah indah perahu barunya itu.<br />
Suatu hari, untuk menyenangkan hati si nenek, si kakek mengajak si nenek plesir ke laut, sekalian mencari ikan di tengah laut.<br />
Namun sebelum berangkat, si kakek me wanti-wanti si nenek supaya hati-hati di perahu dan jangan sembarangan membuang kotoran didalam perahu. Intinya, perahu harus tetap bersih!!!<br />
Kemudian, berangkatlah mereka berdua ke laut untuk mencari ikan sekalian pacaran di tengah laut&#8230;.asoy&#8230;&#8230;.<br />
Setelah beberapa jam di tengah laut, si nenek bilang ke kakek; “eh kakek, saya kebelet pipis ini, saya kencing di perahu sajakah?”<br />
“Jangan, bilang si kakek. Kau tahan sudah, sebentar kita menepi” bilang si kakek.</p>
<p>Dalam tradisi masyarakat disitu, ketika mencari ikan atau melakukan aktivitas apapun di tengah laut, pantang bagi mereka untuk membuang kotoran, baik itu berupa air besar maupun air kecil, ke tengah laut. Karena, mereka takut kalau dewa laut akan marah kepada mereka, sehingga mempersulit mereka dalam mencari ikan. Kebiasaan seperti ini, sangat mereka patuhi. Karena bagi mereka laut adalah hidupnya, dan jika dewa laut sudah marah, bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya&#8230;.sebuah kearifan tradisonal yang banyak dimiliki oleh masyarakat kita.</p>
<p>Si nenek liat ke arah pantai, dan dari tempatnya pantai terlihat masih jauh. Sedangkan kecepatan perahu ini begitu lambat, “kalo aku harus menunggu perahu ini sampai ke pantai, aku sudah tidak tahan. Tapi kalau aku buang air ke laut, dewa laut akan marah.” Begitu pikir si nenek.<br />
Kemudian si nenek bicara kepada kakek; “kakek, saya sudah tidak tahan, Saya buang saja di perahu ya”<br />
SI kakek dengan nada tinggi, menjawabnya; “jangan. Kau tahan saja sudah. Kau sudah lihat, saya bawa perahu ini ke darat toh”<br />
Dengan kecepatan yang lambat, perahu memang sudah diarahkan ke darat. Namun mengingat jaraknya yang jauh, perahu ini seperti tidak berjalan mendekati daratan saja.</p>
<p>Karena tidak tahan, akhirnya  si nenek mengeluarkan pipisnya secara diam-diam di dalam perahu. Mengingat lamanya dia menahan kencing, membuat air kencing si nenek terlihat begitu kuning dan banyak sekali sehingga menggenangi perahu. Dan bahkan sampai membasahi kaki si kakek. Melihat keadaan itu, si kakek sangat marah. Tak henti-henti nya ia mengeluarkan kata-kata keras dan cenderung kasar kepada nenek. Mengomel dan terus mengomel dilakukan oleh si kakek, atas tindakan yang dilakukan nenek kepada perahu barunya. Karena sudah tidak tahan dengan omelan-omelan itu, membuat si nenek menjadi ikut marah.<br />
Lalu dia berteriak; “hei kakek kau baru begini saja sudah marah besar. Bertahun-tahun kau kasih kencing saya tiap malam, saya tidak pernah marah!!!”&#8230;&#8230;.glk..glk&#8230;glk&#8230;dan kakekpun terdiam. Daripada enggak dapat jatah lagi, pikirnya&#8230;&#8230;</p>
<p>Biak, 2 Juli 2005</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=131&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/131/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika orang, baru mengenal Hand Phone&#8230;</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/jika-orang-baru-mengenal-hand-phone/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/jika-orang-baru-mengenal-hand-phone/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 04:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Folklor]]></category>
		<category><![CDATA[Biak]]></category>
		<category><![CDATA[Hand Phone]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[Nabire]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[Pulsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah spenggal kisah yang sempat saya tulis saat sedang  bekerja di Papua, di tahun 2005.
Jika orang baru mengenal Hand Phone&#8230;
Barangkali, bagi kebanyakan orang pada saat ini dunia telepon seluler atau lebih dikenal dengan Hand Phone (HP) saja, sudah bukan hal yang asing.
Kalau 4-5 tahun lalu masih dianggap sebagai barang mewah, karena harga perangkatnya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=125&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Ini adalah spenggal kisah yang sempat saya tulis saat sedang  bekerja di Papua, di tahun 2005.</em></p>
<p><strong>Jika orang baru mengenal Hand Phone&#8230;</strong></p>
<p>Barangkali, bagi kebanyakan orang pada saat ini dunia telepon seluler atau lebih dikenal dengan Hand Phone (HP) saja, sudah bukan hal yang asing.<br />
Kalau 4-5 tahun lalu masih dianggap sebagai barang mewah, karena harga perangkatnya yang selangit, pulsa nya yang mahal serta administrasi pendaftaran pasca bayarnya yang berbelit atau perdana pra bayarnya yang masih berada pada deretan angka hampir mencapai 6 digit. Namun lambat laun dengan semakin murahnya perangkat dan bertambahnya pesaing penyelenggara (operator) seluler di tanah air, mengakibatkan harga yang semakin kompetitif pula. Dampaknya adalah ; pengguna semakin besar, karena harga yang sudah terjangkau oleh banyak lapisan masyarakat di indonesia. Dan bahkan sekarang ini, HP menjadi peralatan yang wajib dimiliki oleh tiap-tiap orang yang mempunyai aktivitas apapun juga. Tak peduli menteri, gubernur, lurah, penjual sayur, dan tukang ojek. Bahkan anak sekolah dasar sekalipun,  juga sudah bukan hal yang aneh jika diantaranya membawa HP ke sekolah.<br />
Akan tetapi, pesatnya perkembangan teknologi komunikasi ini di masyarakat, ternyata belum didukung oleh kesiapan masyarakat untuk menggunakan secara benar perangkat tekhnologi yang ia miliki tersebut.<span id="more-125"></span> Barangkali, untuk masyarakat tertentu, penggunaan perangkat tekhnologi sudah berjalan dengan cukup maju. Penggunaan fitur-fitur seperti MMS, GPRS,  Push Email, Koneksi Blue Tooth dan lain sebagainya  sudah bukan merupakan hal yang asing dalam pemanfaatan Hand Phone.<br />
Namun  masih banyak diantara masyarakat kita, yang masih gagap menggunakan tekhnologi HP, meskipun untuk hal-hal yang standar seperti melakukan panggilan telp, menerima pangilan, atau menerima dan mengirim SMS. Khususnya pada masyarakat yang berada dibeberapa wilayah di indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan tekhnologi komunikasi ini, yaitu daerah-daerah di wilayah indonesia bagian Timur.<br />
Salah satunya adalah di papua, daerah kaya raya yang justru ketinggalan dalam banyak hal dibandingkan dengan wilayah lain di indonesia.<br />
Memang, bukanlah hal yang aneh sekali jika di beberapa wilayah tertentu di papua, banyak orang yang sudah terlihat menenteng HP kemana-mana.<br />
Namun, hal itu tidaklah diiringi dengan pemahaman yang baik tentang penggunaan perangkat dan pemahaman hal-hal yang berkaitan dengan operator seluler dengan benar. Saya mempunyai beberapa pengalaman  menarik, selama mengerjakan proyek perluasan jaringan salah satu perusahaan telekomunikasi di indonesia.</p>
<p>Diantaranya berikut ini :</p>
<p>Dalam kaitan dengan pekerjaan, saya pernah sulit sekali menghubungi seseorang. Sedangkan informasi dari orang tersebut, sangat saya butuhkan untuk bisa segera selesaikan salah satu tahapan pekerjaan. Tapi sudah berkali-kali saya hubungi lewat HP, namun tidak juga bisa bicara dengan orang tersebut. Meskipun, nyata-nyata terdengar nada tunggu dari HP saya.<br />
Karena berkali-kali susah dihubungi, saya berpikiran ; barangkali HP nya ketinggalan di tempat tertentu, yang jauh dari jangkauan dia. Akhirnya saya memaksakan diri untuk mencari orang tersebut di beberapa tempat, sampai kemudian ketemu di suatu tempat. Usut punya usut, ketika saya tanyakan apakah dia tidak membawa HP, dia menjawab “bawa!” dan malah langsung memperlihatkan HP tersebut kepada saya. Dan sewaktu saya tanyakan kenapa dia tidak mau angkat telponnya sewaktu saya hubungi tadi, dengan entengnya dia jawab ; “wah pulsa saya tinggal dikit pak, jadi kalo tadi saya angkat, pulsa saya bisa habis tersedot ke HP bapak”. Saya Cuma bisa, kernyitkan dahi. Belum paham dengan apa yang dia maksudkan. Kemudian dia jelaskan, kalo menurutnya jika HP nya dihubungi via Hp lain maka pulsa nya akan berkurang karena tersedot ke HP yang menghubunginya. Sebenarnya saya pengen ketawa aja mendengar penuturannya, tapi karena melihat tampang lugunya, jadi tidak tega untuk menertawakannya. Kemudian saya sedikit jelaskan, mungkin yang ia maksudkan adalah roaming charge. Bahwa memang untuk beberapa operator seluler menerapkan biaya kepada para pengguna yang menerima panggilan telepon di luar wilayah dimana nomor telp yang ia gunakan didaftarkan. Tapi mengingat no hp yang dia miliki adalah nomor lokal, maka biaya tersebut tidak berlaku. Bahkan saat ini, hampir semua operator seluler menghilangkan pengenaan biaya roaming tersebut. Dan dimanapun kita menerima telp, asal masih masuk wilayah indonesia, tidak akan dikenakan biaya sedikitpun. Orang tersebut mengangguk-angguk saja mendengar penjelasan saya. Entah sudah paham atau belum, yang pasti setelah itu dia sudah bersedia menerima panggilan telp dari saya.</p>
<p>Pengalaman kedua tentang hal-hal yang berkaitan dengan hand phone, adalah keganjilan ketika mengisi pulsa handphone. Suatu ketika saya ke sebuah toko yang menyediakan pernak-pernik yang berkaitan dengan seluler. Dari hand phone, chasing, baterai, voucher pulsa dll.<br />
Kemudian masuklah, seorang pria berusia sekitar 40-an. Dia bilang mau beli pulsa untuk hand phone nya. Sewaktu ditanya oleh penjual, pulsa apa yang mau ia beli. Ia sebutkan salah satu produk dari operator seluler. Kemudian sewaktu ia ditanya, pulsa berapa yang ia mau beli, ia sodorkan uang 100 ribu kepada penjual. Tanpa banyak tanya lagi, seolah-olah sudah paham maksud pembeli, si penjual langsung sodorkan voucher pulsa 100 ribu. Si pembeli balik sodorkan HP nya ke penjual, tanpa berkata apapun. Dan si penjual, lagi-lagi tanpa banyak tanya, segera buka bungkus voucher pulsa itu, gosok dengan koin pada kode-kode angka yang ada di voucher, kemudian pencet beberapa tombol untuk masukkan kode-kode tersebut. Setelah selesai semua, si penjual tunjukkan monitor HP  pada pembeli, untuk menunjukkan bahwa pulsa sudah terisikan dan masuk dalam account si pembeli. Dan dengan agak linglung, si pembeli menerima HP nya kembali. Lalu ia bertanya ke penjual, “eh ibu, kenapa saya punya pulsa belum kasih masuk?”. Jawab si pembeli ; “lho kan sudah saya masukan tadi. Kan bapak lihat sendiri kalau pulsa bapak sudah bertambah”.<br />
Si pembeli kembali bertanya ; “kalau memang sudah kasih masuk, apa ibu punya bukti kah?”<br />
Kata penjual,”kan sudah saya lihatkan ke bapak, angka-angka yang ada di hand phone tadi. Ya itu tadi tandanya sudah masuk, bapak”<br />
“Ya, tapi kenapa kertas itu (yang dimaksud adalah kertas voucher pulsa) masih ada disitu kah?”, si pembeli bertanya lagi.<br />
“Eh bapak, yang kita masukkan ke dalam hand phone ini angka-angka yang ada disini, bukan kertasnya dimasukkan ke hand phone!”, jawab si penjual dengan nada agak tinggi, mungkin karena kesal.<br />
Si pembeli tak kalah sengitnya tanggapi si penjual, ; ”akh kau bikin-bikin saja, kau tipu saya  tokh”<br />
Sebelum pertengkaran itu berlanjut, ada seorang bapak-bapak yang berusaha menengahi. Kemudian bapak itu tanya ke pembeli ;”eh bapak, tadi sebelum isi pulsa, bapak punya HP sudah bisa buat bicara kah?”<br />
Jawab si pembeli;”belum bisa bapak”. “Kalau begitu, bapak coba sudah untuk telpon sekarang,  bicara sama siapa saja”, bilang bapak itu kepada pembeli.<br />
Dan dengan percaya diri, si pembeli lalu coba memencet tombol-tombol yang ada di pesawatnya.  Tapi bukannya panggilan yang dilakukan oleh si pembeli itu, malah terdengar suara ring tone yang berbunyi dari hand phone nya. Dan dia terlihat kebingungan akan hal itu. Dalam pikiran saya saya saat itu; mungkin ada panggilan yang masuk ke HP nya.<br />
Karena terlihat bingung, ia serahkan Hpnya ke bapak itu, tanda minta tolong untuk selesaikan masalahnya pada hp yang dia miliki. Lalu bapak itu memeriksanya, dan dengan cepat ia memencet salah satu tombol yang ada disitu, kemudian ia bilang; “aih bapak, bapak salah kasih pencet tombol. Ini tombol untuk pilih ring tone, bukan untuk menelpon”. Kemudian ia lanjutkan bicaranya; “kalau begitu, bapak ingin bicara sama siapa, biar saya bantu bikin sudah”. Dan pembeli menyebutkan salah satu orang yang dikenalnya. “tapi dia punya nomor sudah masuk disinikah?” tanya bapak itu lagi. “sudah, saya beli hp ini dari dia tokh”, jawab si pembeli. Tanpa bertanya-tanya lagi, bapak itu mencari nama yang disebutkan si pembeli dalam addres book di hp tersebut. Dan ia lakukan panggilan ke nomor tersebut, setelah panggilan itu masuk, bapak itu serahkan pada si pembeli untuk bicara.<br />
Usai berbicara, dengan malu-malu sebagai bentuk pengakuan atas kekhilafannya, pembeli tersebut meminta maaf kepada penjual dan   berterima kasih kepada bapak itu. Selepas dia pergi, penjual dengan tersenyum kecut bilang ke saya; maklum mas&#8230;&#8230;  entah apa maksud mbak tadi bilang maklum ke saya.</p>
<p>Juga masih ada lagi beberapa cerita lain, seperti cerita dari seorang supervisor sebuah perusahaan yang menjadi sub kontraktor dari perusahaan saya; yang anak buahnya selalu mengulang-ulang megirimi sms kepadanya sampai puluhan kali dengan isi pesan yang sama, karena tidak mengerti messege report. Jadi dia menganggap bahwa sms belum diterima oleh penerima sms, sebelum si penerima tersebut membalas sms yang ia kirim.</p>
<p>Atau ada juga seorang karyawan sebuah toko bangunan yang saya kenal, yang sering melakukan panggilan ke HP saya, tanpa bersuara sedikitpun setelah panggilannya saya angkat. Awal-awalnya saya pikir, HP miliknya tidak sengaja kepencet. Tapi karena berulang-ulang kali, coba saya tanyakan kepadanya kenapa selalu ada panggilan dari dia, tapi tidak ada suara yang terdengar. Dia memberi jawaban pendek; ”saya mau kirim sms”. Setelah perbincangan diteruskan untuk mengetahui apa yang dia maksudkan. Akhirnya ketahuan, bahwa dia ingin mengirim sms, tapi setelah menuliskan pesan dan tinggal mengirimkan sms, dia selalu kebinggungan menekan tombol apa lagi. Karena yang dia ketahui hanya menekan tombol Ok maka setiap selesai menuliskan pesan, dia akan menekan tombol ok. Dia mengira, dengan menekan tombol ok, maka pesan sudah tersampaikan kepada yang dikehendaki&#8230;padahal seringkali masuk nya ke redialled.</p>
<p>Dan jika diperhatikan, sering saya dapati orang-orang yang menenteng HP dengan kualifikasi sebagai smart phone seperti Nokia Comunicator 9500, Sony Ericson P 900 atau O2 PDA Phone. Tapi bukan berarti, semua user tersebut piawai menggunakan peralatan canggih yang ia miliki. Bahkan ada banyak diantaranya  yang menggunakan smart phone tersebut, hanya sekedar melakukan panggilan dan menerima telephone saja. Yang penting gaya dulu, tentang fungsi belakangan aja, mungkin itu dalam pikiran mereka.</p>
<p>Namun bukan berarti hal ini bisa digunakan untuk menggeneralisir keadaan, bahwa seperti itulah kebanyakan pengguna teknologi komunikasi di papua. Itu  hanyalah beberapa kejadian lucu yang saya dapatkan selama saya di papua. Tentu pengguna yang sudah dengan benar mengunakan perangkat telekomunikasi nya, jauh lebih banyak lagi. Apalagi dengan semakin deras masuknya arus tekhnologi ke papua, seperti sekarang ini.</p>
<p>Biak, 1 juli 2005</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=125&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2009/01/03/jika-orang-baru-mengenal-hand-phone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap plastik</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/22/sikap-plastik-diubah-ke-sikap-daun/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/22/sikap-plastik-diubah-ke-sikap-daun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 04:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Ida Bagus Putu Sutama]]></category>
		<category><![CDATA[Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sanur Village Festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[
Leave Architectural
Begitu nama sebuah karya 3 dimensi dari Ida Bagus Putu Sutama, seorang perupa Bali asli dari Sanur. Seni instalasai ini dipamerkan di Pantai Segara, dalam kaitannya dengan Sanur Village Festival yang diselenggarakan pada awal agustus lalu.
Pada salah satu media , Ida Bagus menjelaskan bahwa karya ini dihasilkan  atas keprihatinannya melihat dunia yang semakin lama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=89&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-90 aligncenter" src="http://estuarey.files.wordpress.com/2008/08/leave-architectural.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></p>
<p style="text-align:left;">Leave Architectural<br />
Begitu nama sebuah karya 3 dimensi dari Ida Bagus Putu Sutama, seorang perupa Bali asli dari Sanur. Seni instalasai ini dipamerkan di Pantai Segara, dalam kaitannya dengan Sanur Village Festival yang diselenggarakan pada awal agustus lalu.<span id="more-89"></span><br />
Pada salah satu <a href="http://www.bisnisbali.com/2008/08/04/news/pariwisata/kj.html" target="_blank">media</a> , Ida Bagus menjelaskan bahwa karya ini dihasilkan  atas keprihatinannya melihat dunia yang semakin lama semakin gersang, karena orang lebih tertarik untuk melakukan hal-hal praktis yang merusak ekologi dan meninggalkan naturalitas. Salah satunya adalah penggunaan plastik yang berlebihan.</p>
<p>Ada yang menarik perhatian saya dari karya 3 dimensi berupa 5 buah daun sintetis raksasa yang warnanya tergradasi dari hijau menuju coklat tua dan diletakkan pada sebuah bidang yang berbentuk kubus tersebut,  yaitu kalimat yang tertulis pada bagian depan : Membangun Ruang Kesadaran Dalam Kejaran Revolusi Hijau. Motivasi penting, tapi yang lebih penting adalah sikap. Hijau bisa terwujud jika sikap plastik diubah ke sikap daun”</p>
<p>Bagi saya, kalimat tersebut serasa membumikan karya Ida Bagus yang terasa melangit itu. Seni adalah penyadaran publik dan Ida Bagus berhasil membawakan secara pas tentang pentingnya peduli atas lingkungan.<br />
Selama ini plastik menjadi bagian hidup yang serasa tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Segala produk yang ada membutuhkan plastik sebagai kemasan. Betapa borosnya kita mempergunakan plastik; baik itu produk yang dihasilkan oleh perusahaan besar maupun produksi rumahan semuanya dikemas dengan  plastik. Dan ketika kita membeli sesuatu baik itu di hypermarket2, di toko bangunan, di warung kelontong sebelah rumah bahkan sampai warung rujak pinggir jalan pun, maka kantong plastik sebagai pembungkus pasti tidak terlewatkan.</p>
<p>Sudah saatnya kita mencoba untuk meninggalkan sikap berfoya-foya dengan plastik.<br />
Di singapura sudah ada peraturan yang mewajibkan orang untuk membawa kantong sendiri ketika berbelanja, jika tidak ingin membayar additional charge atas kantong  yang diberikan oleh penjual. Pemerintah daerah Jakarta setau saya pernah mendengungkan untuk melakukan hal yang sama di Jakarta, tapi kenyataanya ??&#8230;.saya juga kurang tau. ……tapi sepertinya tidak berjalan….<br />
Dulu, sewaktu saya masih kecil, saya masih banyak melihat orang membawa rantang sendiri jika mau membeli makanan di warung dan ingin membawanya pulang. Warung hanya menyediakan daun pisang sebagai pembungkus, jadi jika ingin membawa pulang  makanan yang berkuah atau ber air, maka si pembeli secara sadar sudah membawa rantang sebagai pembungkusnya.<br />
Kenapa kita tidak mencoba lakukan lagi apa yang pernah dilakukan oleh orang-orang dulu, jika hal itu lebih bijak untuk dilakukan pada sekarang ini.</p>
<p>Motivasi untuk menyelamatkan lingkungan adalah penting, tapi yang lebih penting adalah bersikap. Yaitu bertindak secara konkrit untuk mengurangi hal-hal yang tidak perlu dan merusak lingkungan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/estuarey.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/estuarey.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=89&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/22/sikap-plastik-diubah-ke-sikap-daun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estuarey.files.wordpress.com/2008/08/leave-architectural.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Terlantar di 17 Agustus</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/21/terlantar-di-17-agustus/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/21/terlantar-di-17-agustus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 04:50:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[17 Agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Catur]]></category>
		<category><![CDATA[terlantar]]></category>
		<category><![CDATA[Yuni Veronica]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia pada 17 Agustus 2008.
Yuni Veronica adalah gadis 11 tahun seorang pelajar kelas 6 SDN 009 Kuala Terusan Pelalawan, Pekanbaru, Riau. Yuni bukanlah gadis cilik biasa, tapi dia adalah seorang juara catur dunia, peraih medali  perunggu  di kejuaraan catur dunia antar pelajar di singapura. Bukanlah sebuah kebetulan, jika suatu waktu ada orang yang mengundangnya datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=86&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Indonesia pada 17 Agustus 2008.</p>
<p>Yuni Veronica adalah gadis 11 tahun seorang pelajar kelas 6 SDN 009 Kuala Terusan Pelalawan, Pekanbaru, Riau. Yuni bukanlah gadis cilik biasa, tapi dia adalah seorang juara catur dunia, peraih medali  perunggu  di kejuaraan catur dunia antar pelajar di singapura. Bukanlah sebuah kebetulan, jika suatu waktu ada orang yang mengundangnya datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden RI pada acara  ramah tamah seusai upacara 17 Agustus.<br />
Presiden Indonesia memanggil begitulah yang ada di benak Pak Sudirman (Bapak Yuni) sehingga memberangkatkan anak kesayangannya untuk pergi ke Jakarta. Memanggil mereka untuk menunjukkan betapa apresiatifnya pejabat negeri ini kepada putra-putri bangsa yang berprestasi.  <span id="more-86"></span>Meski dia tidak jelas bagaimana biaya yang harus ditanggungnya untuk ongkos transportasi dari pekanbaru ke jakarta PP, transportasi selama di Jakarta dan akomadasi selama hidup di jakarta.<br />
Sudirman bukanlah orang kaya, di tengah himpitan ekonomi yang luar biasa dalam keadaan serba mahal seperti ini,  dia tidak sempat berpikir bagaimana biaya-biaya yang akan dikeluarkan nantinya. Dalam pikirannya, jika negara mengundang seperti ini tentu akan ada yang  menanggung seluruh biaya-biaya itu.</p>
<p>Namun, kenyataan berkata lain. Usai silaturahmi dengan Presiden RI di Istana Negara, sudirman bingung. Tidak tau mau kemana. Tak ada yang meberinya tiket pulang ke pekanbaru, tak ada yang memberinya akomodasi, tak ada yang menjelaskan harus kemana setelah acara itu usai. Berjalan lah dia bersama putrinya di jalanan Ibu kota yang panas dan tidak manusiawi, menyusuri keriuhan Ibu Kota tanpa tahu harus kemana. Selama 4 hari hidup tanpa tujuan, numpang tidur kesana kemari, uang saku di kantong telah habis buat makan. Hingga beberapa warga menolongnya, memberinya makan dan ber inisiatif untuk mencarikan tiket pesawat buat pulang ke Pekanbaru.</p>
<p>Beginilah Indonesia memperlakukan rakyatnya.<br />
Disanjung, dipuji, ditinggikan, dibuai dengan keindahan-keindahan..tetapi semuanya adalah Palsu.</p>
<p>Negeri ini memang jagonya dalam menelantarkan siapa dan apa saja.<br />
Bangunan-bangunan fisik dibuat dengan dana ratusan miliar, selesai dibuat, diresmikan oleh kepala daerah/negara dengan prosesi upacara yang juga menelan biaya besar, setelah beberapa bulan kemudian akan ditelantarkan.<br />
Pula-pulau tersebar dimana di seluruh penjuru negeri ini, ditelantarkan begitu saja hingga negara tetangga mengambilnya.<br />
Rakyat dikumpulkan, diberikan pidato-pidato tentang bakal datangnya kemakmuran, setelah selesai pemilihan, Rakyat tetap saja miskin tetap terlantar…</p>
<p>&#8211;Baca <a title="Juara Catur Dunia terlantar" href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/08/21/09115436/diundang.ke.istana.telantar" target="_blank">Kompas</a> untuk artikel ini&#8211;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/estuarey.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/estuarey.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=86&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/21/terlantar-di-17-agustus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumaji dalam kebiadaban berjubah agama</title>
		<link>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/12/rumaji-dalam-kebiadaban-berjubah-agama/</link>
		<comments>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/12/rumaji-dalam-kebiadaban-berjubah-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 09:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwan setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[jubah]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan agama]]></category>
		<category><![CDATA[Rumaji]]></category>
		<category><![CDATA[Tuak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estuarey.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu Rumaji memang benar-benar apes. Berangkat ke Tuban dari kampungnya di Desa Tegalbang, Palang, Tuban membawa hasil kringatnya selama beberapa hari mengolah air nira menjadi minuman tradisional khas Tuban: Tuak Tuban.
Berharap rejeki lancar hari itu dan pulang membawa segengam uang untuk kelangsungan hidup keluarganya dan biaya sekolah anak-anaknya.
Tapi sayang, hari itu Rumaji bener-bener sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=79&subd=estuarey&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari itu Rumaji memang benar-benar apes. Berangkat ke Tuban dari kampungnya di Desa Tegalbang, Palang, Tuban membawa hasil kringatnya selama beberapa hari mengolah air nira menjadi minuman tradisional khas Tuban: Tuak Tuban.</p>
<p>Berharap rejeki lancar hari itu dan pulang membawa segengam uang untuk kelangsungan hidup keluarganya dan biaya sekolah anak-anaknya.<br />
Tapi sayang, hari itu Rumaji bener-bener sedang apes. Ditengah jalan, disekitar kecamatan Paciran, ada orang-orang gila yang bertindak anarkhis seolah-olah Dewa.<span id="more-79"></span><br />
Berbekal parang dan pentungan dengan slogan-slogan agama diteriakkan. Mobil yang disewa Rumaji dihentikan., disuruhnya Rumaji turun. Dibentak-bentaknya si rumaji diiringi cacian, hinaan serta celaan yang tak pantas diucapkan. Seluruh tubuh rumaji mengigil, tak mampu terucap sepatah katapun saking takutnya. Karena sepanjang hidupnya dia tak pernah mengalami hal brutal seperti itu.</p>
<p>Tak puas dengan hinaan, celaan dan umpatan itu, seluruh dagangan tuak si rumaji pun diturunkan. Disuruhnya si rumaji jongkok di tanah, dan salah seorang dari mereka mengambil satu jerigen Tuak lalu disiramnya isi tuak itu ke tubuh rumaji. Kemudian diikuti oleh beberapa orang lainnya, siraman tersebut dilanjutkan sampai Tuak tandas ditangan, menggenang ke tanah setelah melewati kepala, badan dan kaki rumaji.<br />
Rumaji menggigil semakin mengigil, tenggorokannya tercekat tak mampu mengucap sepatah katapun meski itu cuma kata ampun. Tiba-tiba Rumaji merasa kakinya hangat, mengalir air hangat dari selakangannya meleleh melaju melalui kaki nya…Rumaji terkencing-kencing.<br />
Mungkin inilah manifestasi ketakutan rumaji atas kesadisan dan kebiadaban itu.<br />
Tidak cukup mengguyur tubuh Rumaji, sang setan pun mengambil seluruh jerigen rumaji dan memotong-motong jerigen tersebut hingga tak bisa digunakan lagi…Dosa apa juga dengan jerigen-jerigen itu hingga dia harus dimutilasi…..</p>
<p>Demi Agama mereka bertindak seperti setan. Agama apa gerangan yang mereka miliki?<br />
Hingga mengajarkan ulah sesat seperti itu?<br />
Islam yang saya anut sejak lahir, tak pernah mengajarkan hal brutal semacam itu.<br />
Muhammad nabiku, manusia terbaik yang pernah lahir, sebagai panutan dan seluruh langkah hidupnya menjadi acuan bagi muslim di seluruh dunia tanpa sedikit pun pernah mengajarkan tindakan hina, barbar dan merendahkan manusia seperti setan-setan itu lakukan.</p>
<p>Allah itu puncak cinta kasih dan Muhammad lah yang menerjemahkan bagaimana cinta kasih itu seharusnya dilakukan oleh setiap manusia.<br />
Teringat kisah Nabi Muhammad tentang bagaimana beliau memperlakukan pengemis yahudi buta. :</p>
<p>Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.<br />
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.<br />
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?<br />
Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.<br />
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.<br />
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.</p>
<p>Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?<br />
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).<br />
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.<br />
Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.</p>
<p>Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.<br />
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia&#8230;.</p>
<p>Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.</p>
<p>Muhammad memberikan contoh bagaimana seharusnya memperlakukan dunia, bahkan kepada orang lemah tak punya daya yang setiap hari hanya mampu menjelek-jelekkan diri nya. Kasih sayang yang tulus, dijalankan dengan kelembutan, begitulah Muhammad menerjemahkan kasih sayang Allah.<br />
Jika Agama dilihat sebagai ajaran brutal tentang peperangan dan semua yang berbeda dengan dirinya adalah musuh, maka bukan ajaran Agama sebenarnya yang dikedepankan tapi nafsu setan lah yang bicara.</p>
<p>Semoga Allah selalu melindungiku, hingga aku tetap bisa berjalan dalam kewarasan ditengah-tengah ketidakwarasan dunia seperti ini…Amin Ya Robbal Alamin.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">kisah ini saya adaptasi dari salah satu artikel di</span> <a href="http://www.inilah.com/berita/2008/08/10/43027/rumaji-dimandikan-tuak-oleh-fpi/" target="_blank">inilah.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/estuarey.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/estuarey.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estuarey.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estuarey.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estuarey.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estuarey.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estuarey.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estuarey.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estuarey.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estuarey.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estuarey.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estuarey.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estuarey.wordpress.com&blog=3717765&post=79&subd=estuarey&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estuarey.wordpress.com/2008/08/12/rumaji-dalam-kebiadaban-berjubah-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aabc30547f6dccba1aac57b5aba285c1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Setya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>