Boss Ok

“Bos Gudang Garam Rachman Halim Meninggal di Singapura” begitu judul  salah satu artikel di detik.com . Saya kurang begitu jelas kenapa detik hanya menggunkan satu “S” di judul tersebut. Sedangkan setahu saya Boss menggunakan double S, sebab kata ini berasal dari bahasa asing (inggris), yang artinya kepala, atasan atau majikan. Mungkin saja penggunaan Boss sudah diadaptasi secara resmi ke bahasa indonesia, seperti halnya implementation menjadi implementasi sebagai kata ganti pelaksanaan, atau actual menjadi aktual dan kata-kata serapan inggris lainya.
Atau barangkali si penulis artikel tidak sengaja menggubakan satu “S” di kalimat tersebut, yang seharusnya “dobel S”.

Saya tidak tertarik untuk mengomentari tentang  kepatutan gramatikal dari kalimat yang digunakan oleh detik.com sebagaimana saya deskripsi kan diatas. Mengingat keterbatasan pengetahuan saya mengenai hal itu.😀
Hanya sedikit tertarik untuk mengungkit-ungkit penggunaan kata Boss di kenyataan sehari-hari..

Saya menjadi begitu familier dengan kata Boss, setelah kuliah di Malang. Boss menjadi kata ganti bentuk ke dua sebagai pengganti kamu atau anda untuk orang-orang yang belum dikenal. Saya masih inget benar, di tahun 93 an itu, yang paling sering menggunakan kata Boss adalah tukang parkir di kampus. Semua orang dipanggilnya Boss, barangkali sekedar memudahkan dia untuk memanggil seseorang tanpa harus dibebani untuk berkenalan dan terus mengingat namanya. Atau di sisi lain, itulah salah satu trik dia untuk mengakrabkan diri terhadap orang lain.

Di organisasi kemahasiwaan yang saya ikuti; setiap ketua umum terpilih dan selama menjabat menjabat sebagai ketua (biasanya selama 1 tahun), maka kebanyakan anggota akan memanggilnya Boss. Tetapi untuk membuat terlihat lebih sopan, banyak diantaranya memanggilnya Pak Boss.  Sebenarnya ini bukanlah sebuah kewajiban, tetapi kebiasaan yang selalu dilakukan dari tahun ke tahun, sebagai bagian dari bentuk apresiasi penghormatan terhadap ketua umum. Saya juga kurang begitu jelas, kapan kebiasaan itu dimulai dan apakah hal itu juga masih diteruskan sampai sekarang atau tidak. Meski begitu, pada saat itu ada juga anggota yang tidak setuju dengan panggilan Boss tersebut. Menurutnya panggilan Boss itu tidak pantas untuk sebuah ketua organisasi mahasiswa. Baginya panggillan Boss, hanya pantas untuk preman atau pengedar narkoba; >>>>…..Boss….mana ganjanya ????… … 😀

Panggilan Boss, tidak hanya dilakukan terhadap atasan oleh bawahan. Bahkan bisa jadi 2 orang  memanggil Boss satu sama lain, meski mereka punya status dan kedudukan yang sama tingginya. Sebagai contohnya adalah pembicaraan antara Al Amin Nasution dengan Azzirwan, yang sempat direkam oleh KPK sebagai pembuktian atas kasus korupsi yang melibatkan mereka :
Al Amin Nasution (AAN): Di mana, bos?
Azirwan (A): Di Ritz Carlton.
AAN: Namanya?
A: Mistere, tempatnya turun lift satu.
AAN: Jam berapa?
A: Jam 10-lah (22.00 WIB). Bos mau dicariin satu gitu? Tapi aku tak janji. Kalau diupayakan nanti, selera bos payah pula.
AAN: Ya, carikanlah.
Kalau yang ini benar-benar Boss busuk yang merusak negeri ini. Sudah korupsi, duitnya dipake buat maen cewek.
Tapi mengenai panggil memanggil Boss, dalam rekaman pembicaraan mereka, mungkin maskudnya seperti ini :
Azzirwan memanggil Al Amin, Boss, karena Al Amin adalah Anggota DPR, yang sedang ia “entertaint” agar kehendaknya terpenuhi. Jadi supaya tetep terlihat sopan tapi tidak kaku, ia memanggil Al Amin sebagai Boss..
Sedangkan Al Amin memanggil Azzirwan; Boss juga, karena :…..biar dia dapet cewek, soalnya udah sange’ berat…hehehehe…

Panggil memanggil Boss, sudah sangat jamak sekarang ini. Dan bahkan dengan teman sebaya yang sudah akrab pun, yang dulunya saling memanggil nama, sekarang udah tergantikan kata boss…bisa jadi untuk membuat terlihat sopan, karena sudah pada posisi tertentu yang kurang enak jika memanggil namanya langsung. Atau alasan lain adalah saling mengejek satu sama lain, dan kemudian terbiasa mengucapkan itu sampai lupa menyebut nama.

Jadi panggilan Boss adalah;
1.    sebagai media “peng-akrab an” satu sama lain
2.    sebagai panggilan hormat
3.    sebagai kata ganti nama, karena tidak tahu nama seseorang atau lupa
4.    sebagai ejekan yang tidak melukai
5.    sebagai kata ganti para “koruptor”…..:D
6.    dll

Ada yang bersedia  menambahkan……silahkan…

6 thoughts on “Boss Ok

  1. boss… ojok meneng-meneng ae boss boss… endi ganjane boss? aku moco iki malah kebayang heri rambut’e gondrong, terus dipanggil bos =))

  2. hahahah…
    tepat penk…
    aku paling eling kata boss = identik dengan mr prayit…
    “mana ganjanya boss…?”

    boss…boss…yok opo seh boss…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s