Rumaji dalam kebiadaban berjubah agama

Hari itu Rumaji memang benar-benar apes. Berangkat ke Tuban dari kampungnya di Desa Tegalbang, Palang, Tuban membawa hasil kringatnya selama beberapa hari mengolah air nira menjadi minuman tradisional khas Tuban: Tuak Tuban.

Berharap rejeki lancar hari itu dan pulang membawa segengam uang untuk kelangsungan hidup keluarganya dan biaya sekolah anak-anaknya.
Tapi sayang, hari itu Rumaji bener-bener sedang apes. Ditengah jalan, disekitar kecamatan Paciran, ada orang-orang gila yang bertindak anarkhis seolah-olah Dewa.
Berbekal parang dan pentungan dengan slogan-slogan agama diteriakkan. Mobil yang disewa Rumaji dihentikan., disuruhnya Rumaji turun. Dibentak-bentaknya si rumaji diiringi cacian, hinaan serta celaan yang tak pantas diucapkan. Seluruh tubuh rumaji mengigil, tak mampu terucap sepatah katapun saking takutnya. Karena sepanjang hidupnya dia tak pernah mengalami hal brutal seperti itu.

Tak puas dengan hinaan, celaan dan umpatan itu, seluruh dagangan tuak si rumaji pun diturunkan. Disuruhnya si rumaji jongkok di tanah, dan salah seorang dari mereka mengambil satu jerigen Tuak lalu disiramnya isi tuak itu ke tubuh rumaji. Kemudian diikuti oleh beberapa orang lainnya, siraman tersebut dilanjutkan sampai Tuak tandas ditangan, menggenang ke tanah setelah melewati kepala, badan dan kaki rumaji.
Rumaji menggigil semakin mengigil, tenggorokannya tercekat tak mampu mengucap sepatah katapun meski itu cuma kata ampun. Tiba-tiba Rumaji merasa kakinya hangat, mengalir air hangat dari selakangannya meleleh melaju melalui kaki nya…Rumaji terkencing-kencing.
Mungkin inilah manifestasi ketakutan rumaji atas kesadisan dan kebiadaban itu.
Tidak cukup mengguyur tubuh Rumaji, sang setan pun mengambil seluruh jerigen rumaji dan memotong-motong jerigen tersebut hingga tak bisa digunakan lagi…Dosa apa juga dengan jerigen-jerigen itu hingga dia harus dimutilasi…..

Demi Agama mereka bertindak seperti setan. Agama apa gerangan yang mereka miliki?
Hingga mengajarkan ulah sesat seperti itu?
Islam yang saya anut sejak lahir, tak pernah mengajarkan hal brutal semacam itu.
Muhammad nabiku, manusia terbaik yang pernah lahir, sebagai panutan dan seluruh langkah hidupnya menjadi acuan bagi muslim di seluruh dunia tanpa sedikit pun pernah mengajarkan tindakan hina, barbar dan merendahkan manusia seperti setan-setan itu lakukan.

Allah itu puncak cinta kasih dan Muhammad lah yang menerjemahkan bagaimana cinta kasih itu seharusnya dilakukan oleh setiap manusia.
Teringat kisah Nabi Muhammad tentang bagaimana beliau memperlakukan pengemis yahudi buta. :

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?
Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.
Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Muhammad memberikan contoh bagaimana seharusnya memperlakukan dunia, bahkan kepada orang lemah tak punya daya yang setiap hari hanya mampu menjelek-jelekkan diri nya. Kasih sayang yang tulus, dijalankan dengan kelembutan, begitulah Muhammad menerjemahkan kasih sayang Allah.
Jika Agama dilihat sebagai ajaran brutal tentang peperangan dan semua yang berbeda dengan dirinya adalah musuh, maka bukan ajaran Agama sebenarnya yang dikedepankan tapi nafsu setan lah yang bicara.

Semoga Allah selalu melindungiku, hingga aku tetap bisa berjalan dalam kewarasan ditengah-tengah ketidakwarasan dunia seperti ini…Amin Ya Robbal Alamin.

kisah ini saya adaptasi dari salah satu artikel di inilah.com

4 thoughts on “Rumaji dalam kebiadaban berjubah agama

  1. itulah [mungkin] gambaran negeri kita boss…
    semua orang merasa benar dan melegitimasi kebenarannya atas nama agama…
    picik memang…

    seperti jargon politik salah seorang peserta pilkada di daerah Luwu/sulsel yang saya temukan pada saat kemarin jalan2 keliling sulsel…basmi 3 M :
    -miskin pendidikan
    -miskin iman
    -miskin…(sorry gw lupa miskin yang ke 3)

    lucunya, si calon bupati ini sekarang lagi jadi pesakitan di kursi terdakwa karena kasus korupsi semasa dia menjabat sebagai bupati (dia mau jd bupati keduakalinya)…

    aku cuman bisa nyengir…lho koq iso…???

  2. ini berita yang muncul di TV kapan itu ya…
    aq juga gak setuju ama kelompok ini, cenderung arogan n sok bener.
    memang mungkin tujuannya baik, tapi caranya yang salah kaprah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s