Antara Radio Head Dan Ketawang Puspawarna Mangkunegara IV….

Renungan lawas di masa sunyi, di pengasingan papua…

Antara Radio Head Dan Ketawang Puspawarna Mangkunegara IV

Mendengarkan  Radio Head  memainkan musiknya, seperti mendengarkan gending-gending jawa yang mistis yang terasa nglangut, jiwa laksana mengembara tak tentu arah….
Coba dengarkan pada lagu yg berjudul Kid A, seperti ada gamelan yang dipukul pelan-pelan secara ritmis, dicombine dengan ketukan-ketukan drum synstheizer yang dipukul dengan tempo agak cepat, kemudian masuk suara-suara manusia yang sudah dimodifikasi dengan tekhnologi sehingga terdengar menggeram-geram seperti menggerutu, tertekan dan terkesan kesal…
Entah apa yang menjadi latar belakang lagu ini diciptakan……

Musik bagaimanapun juga tak bisa berdiri sendiri, terpisah dari suasana jiwa penciptanya. Meski demikian, tak selamanya ketika musik yang diciptakan tersebut dihadirkan kepada pendengarnya dan kemudian diapresiasi, maka maksud yang diharapkan akan sama.
Musik adalah ruang apresiasi yang terbuka bagi siapapun. Orang boleh menerjemahkan apapun atas musik rangkaian melodi yang masuk ke telinganya.

Musik yang baik adalah yang mampu memberikan suasan lain di batin pendengarnya, dan mendorong pendengar untuk mengapresiasinya lebih jauh. Dan apresiasi terindah adalah apresiasi jiwa. Pada apresiasi ini, mulut tidak perlu bicara. Tidak perlu ada pengucapan enak didengar atau mengangkat tangan tanda puas atas indahnya melodi yang disampaikan.
Dalam tataran ini, jiwa yang akan bicara kepada seluruh anggota tubuh kita.
Dia akan mendekam dan terendam dalam ruangan khsusus pada batin. Waktu akan memprosesnya untuk beberapa lama, untuk pertemukan dengan kenyataan-kenyataan lain dalam hidup. Dan pada suatu ketika, saat ada momentum tertentu dia akan muncul dan menghadir dalam tindakan yang riil. Inilah tindakan jiwa, hasil dari oleh batin yang terproses. Bukan begitu saja hadir dan mengada.

Radio head berasa dari inggris, terpisah jarak ribuan kilometer dari jawa. Tetapi kenapa ada sound musik jawa disitu? Seolah-olah ada Ketawang Puspawarna milik Mangkunegara IV disitu.
Mungkin saja, musik yang dihasilkan radio head bukanlah orisinil hasil karya dari musisinya. Barangkali di salah satu atau sebagian atau bahkan mungkin keseluruhan dari musiknya mengambil sound-sound tertentu yang sudah ada dari musik yang lain, namun diluar hal itu (dengan mengabaikan penjiplakan dan lain sebagainya, sebab belum ada  referensi yang bisa saya dapatkan untuk membuktikan hal itu) persamaan sound seperti itu adalah hal yang wajar….sangat wajar.
Sound adalah hasil dari rembugan jiwa. Tidak pernah ada sound yang benar-benar murni hasil dari olah pikir manusia. Aku sangat yakin, bahwa orang tidak pernah bisa memprediksi bagaimana bunyi suara itu sebelum ia pernah mendengarkan sebelumnya. Manusia cuma memberikan persetujuan dalam pikiran dan batinnya terdapat sound yang ia dapatkan, yang kemudian ia rangkai dalam melodi tertentu.
Sound adalah alam itu sendiri, sebuah misteri yang terus menerus perlu proses untuk dipecahkan. Begitu juga dengan hidup ini…..
Wallahualam

Biak 4 Juli 2005

4 thoughts on “Antara Radio Head Dan Ketawang Puspawarna Mangkunegara IV….

  1. wew..perenunganmu tentang musik koq jero banget bro..
    apakah ini didukung karena enta sedang dalam “pengasinga” di papua sana dan didukung pula dengan rasa kangen yang dahsyat sama seseorang…hahahahaha…

    mantab…mantabb…

  2. #bonar
    Bisa keduanya boss …😀

    Tapi yang jelas papua sepiiiiii banget…
    inspirasi seperti datang membanjir…hehehee..

    jadi rindu biak, nabire, merauke…

  3. Wuih…mantap kali paparan soal musiknya… Memang sound itu bagian dari musik. Gak akan ada musik tanpa sound, bla..bla..bla…Tapi intisari dari tulisanmu ini ya sepertinya adalah suatu misteri (yang terus menerus perlu proses untuk dipecahkan)dari kerinduan dan suasana kesendirian pada saat itu… Gak ada hubungannya sama musik, sound ataupun Gending Jawa…hehehe…. Bravo Pak Iwang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s