Jiwa yang dipisahkan di Imlek 2563

Xin Nian Kuai Le Gong Xi Fa Cai”

artinya kurang lebih : selamat tahun baru, selamat sejahtera dan semoga lancar rezeki.

Ya, mulai senin 23 Jan 2012 kemarin tepat dimulainya Kalender Imlek Tahun 2563. Imlek ke 2563 ini shio nya adalah Naga dan Unsur nya air. Maka banyak orang menyebutnya juga dengan Tahun Naga Air. Di tengah kegembiraan merayakan Imlek dan kegembiraan liburan karena Imlek, ada insiden berdarah yang terjadi di pusat kota jakarta, di dekat Tugu Tani yang letaknya tidak jauh dari Monas dan Istana Negara. 13 Orang yang sedang jalan-jalan pagi dilibas oleh Daihatsu Xenia yang meluncur deras dengan kecepatan tinggi yang tidak bisa dikendalikan oleh sopirnya, yang ternyata belakangan diketahui menggunakan narkoba. 9 orang tewas dan 4 orang luka-luka cukup serius. Satu dari 9 orang yang meninggal adalah ibu yang sedang hamil…….. Dieskalasi oleh social media (Twitter) dan diteruskan oleh media televisi, maka Rakyat Indonesia pun Meradang!!!

Televisi seperti tidak berhenti menyiarkan kejadian itu dan apapun yang terkait dengannya. Dan seperti biasa, pemberitaan yang terus menerus dan seperti menjauh dari kode etik “Praduga Tak Bersalah” tanpa bisa dihentikan mengalir seperti tsunami yang menerjang; Ya, Pengadilan Oleh Pers sudah terjadi. Dan Apriyani Susanti, sang pengemudi Xenia Maut tersebut, selain telah menjadi Tersangka karena kecerobohannya (dan mungkin kebodohannya) juga telah menjadi “korban” oleh Pengadilan diluar Pengadilan itu sendiri. Yang menyedihkan bagi saya adalah, bagaimana Pers memburu Ibunda dari Ariyani, meski keluarganya sudah bilang beliau Shock dan tidak bersedia ditemui…

Senin malam saya nonton tayangan salah satuTV, yang ngakunya TV berita, membuat liputan tentang peristiwa #XeniaMaut… Argumen saya berikut ini didasari oleh nurani dan empati, jika itu dijadikan preferensi untuk menilai tayangan TV tersebut, maka tayangan itu sama sekali tidak etis ! Saya masih ingat dengan statement Nezar Patria, ketua AJI waktu itu, yang menyatakan :

“infotainment bukanlah bagian dari jurnalis. Pasalnya, infotainment kerap memberitakan seseorang terlalu jauh tanpa mengindahkan kode etik yang digunakan para jurnalis… http://news.okezone.com/read/2009/12/19/337/286464/aji-infotainment-bukan-jurnalis

Dan apa yang dilakukan oleh TV berita tersebut mirip dengan apa yang selama ini ditempuh oleh infotainment dalam mencari berita: Hal-hal yang tidak penting dikejar terus sedangkan hal-hal yang seharusnya Penting menjadi tidak penting. Sebab tujuan utama dari infotainment adalah Popularitas dan kehebohan sebuah berita bukan edukasi.

Sepertinya bukan kali ini saja, Pers. Terutama jurnalis TV yang bekerja menjauh dari unsur-unsur etika jurnalistik khususnya asas profesionalisme. Dan terpenting adalah hilangnya unsur edukasi dalam menyampaikan berita yang didapatnya ke hadapan publik… Pers hanya berlomba bercepat-cepat dengan kompetitornya dalam menyajikan berita. Sudah tentu yang bercepat-cepat itu melupakan kualitas jurnalistik, sebab yang diburu adalah hebohnya…. bukan hal terbaik apa yang perlu dilakukan terkait dengan kejadian..

Tapi ah sudahlah… Ini kan era nya kapitalis.. era dimana pemodal menguasai segalanya.. Pemodal cuma mau modalnya segera balik dan sesegara mungkin mendapat untung dari usahanya… Soal lain-lainnya bicarakan belakangan saja.. Cincai lah….

@-Renon 24 Jan 2012