Sumari

Sumari

Namanya Pak Sumari, asalnya dari lampung. Sudah 3 tahun di bali, dengan membawa gerobak, berdagang barang bekas, keliling denpasar.
Anaknya ada 2, yang sulung cowok umur 6 tahun, sedangkan bungsu cewek umurnya 4 tahun.Istrinya meninggal saat si bungsu baru lahir.
Karena tidak ada yang mengasuh, 2 anaknya dibawanya bekerja. Yg sulung berdiri didalam gerobak sedangkan yg bungsu digendongnya dengan selendang.
Beberapa bulan terakhir ini, ada orang yang membolehkannya untuk tinggal di rumah yg kosong tidak dihuni pemiliknya.
Rumah itu ada di jalan Serda Made Pil No 18, Sanglah, Denpasar.

Sebelumnya, Pak Sumari bersama anak2nya tidur dimana saja. gardu pos kamling, emperan toko dan tak jarang, bahkan sering, ia tidur di Gerobak, bersama kedua anaknya.
Saat ketemu dengannya, jam 12.30 siang, ternyata dia dan anaknya baru akan sarapan.
Sambil telunjuknya mengarah ke gerobak;terlihat tas kresek berisi nasi bungkus tergantung, “itu tadi dikasih ibu-ibu disana”, katanya.

Si kecil meringkuk di gendongan Pak Sumari, lemas dan agak panas. Waktu, saya bilang, “ayo pak, dibawa ke dokter”, dia menolaknya.
Menurut Pak sumari, sakitnya biasa saja, “tidak apa2, cuma sakit flu biasa”, begitu katanya.

Sewaktu beringsut pamit untuk tinggalkannya, sembari kusorongkan rupiah sekedarnya, dia berkaca-kaca.
Dengan mengucapkan terima kasih berkali2, air matanya akhirnya jatuh.

Tenggorokanku pun tercekat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s