Tidak berharap

“Jangan berharap kepada lelaki, jika dasarnya buruk dia tetap akan buruk. Tidak akan berubah” begitu gumaman lirih yang saya dengar dari teman wanita yang dikecewakan suaminya.
Saya sama sekali tidak setuju dengan itu, men-generalisir keburukan mantan suaminya dengan semua lelaki, meski saya juga tidak menyatakan ketidaksetujuan saya kepada nya.

Saya pernah dikecewakan juga, tetapi bukan dengan laki-laki, buru-buru saya tambhakan “bukan dengan laki-laki” supaya anda yang membacanya tidak menyangka saya sebagi penyuka laki-laki.
Kekecawaan saya ini kepada salah satu perusahaan yang menyediakan jasa telekomunikasi, pun termasuk di dalamnya : Internet.

Di suatu waktu di tahun 2011. Ada sebuah both di pinggir jalan dekat komplek perumahan saya tinggal, yang menawarkan pemasangan telpon dan internet. Dengan biaya sekitar 300 ribuan.
Karena sedang butuh internet, maka saya langsung mendaftar. Dan mereka bilang; “untuk memastikan lokasinya maka tempat bapak butuh di survey lebih dulu”
Besok sore nya ada seorang pria (bisa disebut juga laki-laki) yang datang ke rumah. Tanya nama, alamat dan lainnya, juga memastikan ke saya dimana akan memasang kabel serta perangkat lainnya di rumah saya. Setelah selesai semua, dia kemudian bilang; karena jarak antara rumah saya ke box terminal lebih dari 30 meter maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar 2 Juta.
“Kok besar sekali, padahal jarak dari rumah ini ke Box itu cuma 50 meter” saya tanya ?
“Memang aturannya seperti itu, Pak” kata si surveyor itu
“Ya sudah, saya keberatan” kata saya

Karena penasaran, saya pergi ke kantor perusahaan penyedia jasa telekomunikasi. Menanyakan apakah memang ada aturan seperti yang dibilang si surveyor. Diterima Customer Service (CS), dia bilang tidak ada aturan tambahan biaya seperti itu. Dan jika pun ada biaya tambahan seharusnya tidak sebesar itu. Kemudian dia menawarkan kepada saya untuk memproses lebih lanjut rencana pemasangan telpon dan internet. Dan saya setuju sembari menyerahkan KTP untuk di fotokopi,

Dan seperti sudah bisa ditebak, berhari-hari tidak ada kemajuan dari perkembangan aplikasi pemasangan telpon dan internet. Meski sudah berkali-kali ditelpon, maka jawabannya adalah default; “Masih dalam proses, dan kami usahakan secepatnya””

Karena penasaran, akhirnya saya minta bantuan kepada teman yang punya banyak koneksi dengan orang di perusahaan tersebut. Maka dibantulah olehnya.
Dan Alhamdulilah, saya ditelpon 4 kali oleh CS dari perusahaan, menanyakan apakah sudah ada penyambungan atau belum. Karena belum terpasang, ya saya jawab belum.
Dan Alhamdulilah lagi, ya kemajuan nya hanya terbatas itu. Hingga saat ini tidak ada pemasangan untuk penyambungan telpon dan internet.

Mendekati akhir tahun 2013 ini, saya mulai banyak tinggal di rumah orang tua yang berbeda kota.
Karena pekerjaan membutuhkan jaringan internet yang stabil, saya mulai lagi melirik internet via kabel. Sebab selama ini menggunakan internet dari mobile, yang semakin lama tidak bisa diharapkan. Ada promo, Internet unlimited dengan kecepatan 512 Kbps hanya 150 ribu/bulan. Dan saya pun tertarik.
Apply nya pun cukup lewat telpon, “wah mantab sekali” gumam saya.
Tanpa berpikir lama, saya pun menelpon ke CS. Kemudian di data oleh dia, karena sudah ada telpon rumah maka dia janjikan paling lambat 3 (tiga) hari, internet sudah terpasang.
Pada hari ke tiga yang dijanjikan, tidak ada petugas yang datang apalagi untuk pemasangan, baru hari ketujuh ada yang datang ke rumah dengan membawa modem. Setelah install modem dan memeriksa beberapa lama, keputusannya: “Internet tidak bisa terhubung karena faktor kuota dan bla..bla…bla. Lusa akan saya laporkan lagi ke kantor untuk hal ini”
“Oke, kira-kira sampai kapan?” tanya saya.
“Ya nanti tergantung kantor Pak”, begitu kata instalaturnya.
Dan saya pun menjawab”baiklah…” dengan tersenyum ramah.
Saya tidak perlu bertanya lebih jauh, karena memang kapasitas dia adalah untuk memasang saja. Tidak pas jika ditanyakan banyak hal yg bukan kapasitasnya.

Dalam pikiran saya, hari gini masih ada ya teknologi yang perlu datang on the spot untuk memastikan apakah daerah tersebut bisa terhubung internet atau tidak. Padahal beberapa tahun lalu, saya juga pernah memasang internet di rumah tersebut. Saya ajukan pemutusan, karena saya harus pindah kota.
Jika memang alasannya kuota, kenapa mereka tidak bisa cek dari base stationya sehingga cukup konfirmasi ke calon pelanggan kalau kuota nya seperti ini dan itu?
Ah sudahlah..

Per hari ini, Selasa 3 Des 2013, sudah lewat 4 hari dari kedatangan instalatur modem. Belum ada konfirmasi apapun tentang hal ini.
Ya saya tunggu saja… kira-kira akan terpasang atau tidak.
Jika ya terpasang, maka Alhamdullilah.
Dan jika pun tidak, Wa Syukurillah.
Jika akhirnya tidak terpasang juga, maka kalimat teman saya tentang lelaki diatas, kira-kira bisa pantas saya sematkan kepada perusahaan ini🙂

Salam Olah Raga
.*saya tulis sehabis olah raga*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s