ABG Sari Laut

Lelaki paruh baya itu sembari membakar ikan mengomel dengan nada tinggi kepada seorang abg laki laki yang menurutnya bekerja tidak sigap sesuai apa yang diharapkan. ABG itu masih canggung mengerjakan ini dan itu, seperti masih bingung apalagi yang musti ia kerjakan.

Saya masih menikmati soto dengan tambahan sate ayam, di sebuah warung lesehan tanpa atap di sebelah sari laut yang ada di sebelah tempat ABG itu bekerja.
Sate ayam bisa ada di mana-mana di negeri ini. Penjualnya pun bisa juga dari mana-mana. Tetapi identik… di banyak tempat, orang Madura lah penjualnya. Begitu pula di Denpasar ini.
Saya tidak tahu dimana bisa mendapat data; berapa banyak penjual sate di Denpasar ini.
Tetapi menurut saya sangat banyak. Bahkan mungkin, lebih banyak dari penjual babi guling.

Sate dan soto saya sudah habis. Sate jeroan ayam (uritan) ini memang enak. Cukup menghibur perut  saya yang sedari pagi hanya dijejali roti.
Sesudah membayar dan akan menaiki motor, saya berpapasan dengan ABG dari sari laut itu.
Saya bilang ke dia; “sudah yang sabar saja, ditelateni dulu. Bukan kamu yang salah. Dia marah kepada dirinya sendiri karena tidak bisa mengatur anak buahnya”
ABG itu tersenyum dan mengangguk.

-di depan circle k marlboro-
Di tanggal kelahiran istri saya di tahun 2013.

*Lelaki paruh baya yang suka marah itu mungkin saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s