Teman bisa datang dari mana saja

“Friendship is the hardest thing in the world to explain. It’s not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything.” – Muhammad Ali –

Benoa Harbour

Benoa Harbour

Dunia memang asyik Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti tetapi kita bisa bawa hidup kita ke arah mana jalan yang akan kita tuju. Seperti juga Teman.

Kita bisa punya teman karena dia tinggal di dekat rumah kita, atau karena dia satu sekolah dengan kita, juga terkadang karena dia satu pekerjaan atau se kantor dengan kita. Namun terkadang tanpa disadari, tiba-tiba kita bertemu dengan seseorang, berkenalan, berbincang dan kemudian menjadi akrab dengannya.
Maka jadilah dia seorang teman.
Tentu, itu kembali kepada masing-masing personal. Apakah seorang yang terbuka dan bisa bergaul dengan siapa saja atau hanya kepada orang tertentu dia bisa menerima seseorang sebagai teman.

Sebelum 2013 berakhir, di pertengahan oktober. Pelabuhan Benoa,- Denpasar, menjadi tujuan saya, untuk menikmati libur akhir pekan (red: karena masih kerja kantoran), menikmati suasana pelabuhan juga mencoba kamera yang baru dibeli sebab yang lama hilang (red: baca dicuri) di bis dalam perjalanan Denpasar – Malang.

Apa yang menarik dari Pelabuhan Benoa?
Semuanya menarik. Pemandangan laut, juga jalan tol yang melintas di seberangnya, suasana sekitar pelabuhan dan tentu hal yang sangat menarik untuk dipotret adalah aktivitas manusia yang ada di situ. Favorit saya di Pelabuhan Benoa, adalah tempat dimana Kapal-Kapal Ikan Bersandar.

benoa harbour

Pada waktu tertentu, ada ratusan kapal ikan yang bersandar. Suatu ekspose yang menarik untuk dijadikan obyek.
Satu obyek yang menarik bagi saya, adalah orang-orang yang sedang ber aktivitas di kapal-kapal itu.
Diantaranya adalah mereka, para Anak Buah Kapal :

Anak Buah Kapal

Dalam perbincangan singkat, mereka mempersilahkan saya untuk naik dan melihat bagaimana suasana di dalam kapal berikut apa saja isinya.
Ternyata kapal itu sedang dalam persiapan untuk berlayar mencari ikan. Tidak banyak yang bisa dilihat didalam kapal. Masih kosong, karena baru awal dari persiapan. Butuh waktu setidaknya 3 bulan lagi, baru kapal ini siap dan bisa dibawa berlayar.

Suasana Kapal Ikan

Di dak kapal bagian atas, kita berbincang. Mereka bertiga datang dari Tegal – Jawa Tengah, dan baru sampai di Bali hari itu juga. Satu Bapak-bapak saya lupa namanya, sedangkan dua orang ini namanya Iwan dan Andi :

Anak Buah Kapal

Sebagai ABK, mereka sudah malang melintang menjelajahi lautan Indonesia bahkan sampai luar negeri. Iwan adalah Juru Mesin Kapal sedangkan Andi bagian yang mencari Ikan.
Dan dari cerita mereka, saya baru tahu, bahwa sekali berlayar untuk mencari Ikan, setidaknya 3 bulan mereka akan ada di lautan. Kecuali Kapten Kapal ada kepentingan lain atau sesuatu hal yang tidak memungkinkan mereka untuk meneruskan mencari Ikan, misalnya; cuaca buruk.

Sebelum sampai di Bali, Iwan dan Andi baru saja berlayar di bagian Barat Indonesia; sampai Aceh bagian paling barat, ujung terluar di bagian barat dan bahkan mungkin sudah masuk wilayah Negara lain. Pulang dari Aceh, mendarat di Jakarta, kemudian pulang ke rumah mereka di Tegal selama seminggu dan sekarang sudah di Bali. Untuk kemudian berlayar lagi.

Banyak hal yang mereka ceritakan tentang bagaimana pekerjaannya dan banyak hal yang juga saya tanyakan, sebab bagi saya ini adalah sesuatu hal baru yang menarik.

Selain gaji bulanan, mereka bisa mendapatkan tambahan uang dari hasil mencari Ikan dengan cara memancing, diluar jam kerja yang telah ditetapkan oleh sang kapten. Dan biasanya, ini jadi penghasilan terbesar, lebih besar dari gaji bulanan yang mereka terima.
Ada kalanya, karena sering tidak bisa mengelola uang dengan benar, gaji sering dipotong oleh Juragan Kapal, sebab mereka sudah kas bon sebelum berangkat berlayar.
“Namanya juga anak muda mas, sampai di darat ya cari hiburan. Apalagi kalau bukan habis di cafe” begitu kata si Andi dengan senyum-senyum.

Iwan dan Andi masih lajang hingga saat itu. Sama-sama curhat, kesulitan mencari pasangan untuk dijadikan istri, karena waktu mereka habis di lautan.
“Sudah punya pacar, tetapi ditinggal nikah terus Mas. Ya, gimana. Penghasilan masih belum cukup untuk nikah. Eh, sudah niat kerja begini buat nyari modal nikah, katanya kelamaan. Yaa Susah…“ keluh Andi.
Ternyata, dibalik pekerjaan nya yang keras, ada banyak hal yang sebenarnya membuat mereka bermuram durja, salah satunya adalah tentang jodoh. Sehingga cukup bisa dipahami jika akhirnya menjadi girly seperti ini:
Anak Buah Kapal

Jelang Malam, di batas senja, kami turun dari Kapal dan menghampiri penjual kopi keliling yang sedang ada disitu. Melanjutkan perbincangan sembari Kopi. Dan saya ditraktir mereka dengan segelas Kopi Sachetan di dalam gelas plastik. Itu mungkin salah satu moment buat saya yang mengingatkan lagi bahwa Kopi Sachet tetap bisa dinikmati. Tergantung dengan siapa atau sedang apa kita menikmatiunya.

Obrolan masih berlanjut, tentang banyak hal. Tetapi sebagian besar adalah cerita tentang mereka. Saya sengaja hanya menjadi pendengar dan sering bertanya, agar banyak hal menarik lainnya yang bisa mereka ceritakan.
Mungkin ini juga berkaitan dengan kultur, bahwa kebanyakan orang-orang yang ada di pesisir lebih mudah akrab dengan orang lain, meski itu baru dikenalnya. Lebih terbuka.

Banyak hal yang mereka ceritakan tetapi tidak banyak yang bisa saya ingat dan sanggup saya tuliskan. Hanya mengulang apa yang dibilang oleh Muhammad Ali di bagian atas tulisan ini:
Jika kita ngga pernah belajar mengerti apa arti pertemanan maka kita tidak pernah belajar apapun di dunia.
Pemandangan Jalan Tol Bali dari pelabuhan BenoaOke Bro, Kawan-Kawan ABK dari Tegal. Sembari mengingat kalian dari foto Sunset di Jalan Tol Bali, saya berharap semoga kalian tetap sehat dan aman, meski saat ini cuaca sedang tidak bersahabat. Semoga lancar semua dan banyak mendapatkan Ikan.

Good Luck Mates!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s