FACEBOOK TIDAK BERGUNA. ENYAHKAN SAJA!

Teman yang IT Freak, menuliskan kritikannya terhadap Facebook (FB) di wall G+ nya. Yang saya tahu, teman ini memang sudah anti FB sudah lama, sejak dia tau bahwa FB mengambil data pribadi secara sembarangan untuk kepentingan mereka dan membuat aturan tersendiri bahwa siapapun yang posting hasil karya nya di FB baik berupa foto maupun lainnya bisa digunakan secara bebas oleh FB untuk tujuan komersial.
Maka sejak saat itu, teman itu berhenti menggunakan FB dan mencari cara menghapus akun pribadi nya itu.

Semula saya menyetujui tanpa alasan, dengan cara pandangnya dan berniat mau melakukan hal yang sama. Tapi saya urungkan.
Alasanya adalah karena Teman dan Kerabat jauh.

Ya..
Banyak teman-teman lama saya, semisal teman di TK/SD/SMP/SMA, teman ketika saya sedang tugas di suatu daerah dan kerabat jauh yang baru mengenal FB belakangan. Orang-orang seperti ini sayang sekali untuk dilewatkan. Mereka adalah bagian hidup saya.
Dan FB sangat membantu untuk menemukan mereka kembali.

Dibanding dengan FB, G+ memang memiliki banyak keunggulan. Diantaranya adalah CIRCLE. Orang bisa masukkan seseorang dalam circle nya dan dapat menikmati update dari dia tanpa harus melakukan friend request seperti FB.
Dengan circle kita bisa filter manage siapa yang masuk dalam Ring1, Ring 2 dan seterusnya berdasarkan filter kita.
Di G+ juga jauh dari hiruk pikuk iklan, tagging sembarangan dan spam yang buat beberapa orang mengganggu.

Meskipun FB juga sudah ada fitur Following, di FB juga sdah bisa memfilter siapa saja yang kita bolehkan tampil di timeline kita, namun secara default; FB tidak “sesecure” G+.

Namun, sejak awal saya tahu G+ dan menggunakannya, ada yang tidak bisa saya dapatkan sesuatu yang selama ini ada di FB pada G+.
Apa itu ?
Keriuhannya….

Fb itu ibarat pasar malam, warung, tempat nongkrong, pos kamling dan segala macam jadi satu tumplek bleg ada disana…. dan sangat besar.

Buat orang yang tidak mengharap apapun dari keriuhan seperti teman IT Freak itu, barangkali tidak bisa menikmatinya bahkan membenci keriuhan itu. Namun bagi saya yang saat ini sedang dalam proses membangun usaha berdasarkan itu, hal itu sangatlah penting.

“Jika kamu ingin berteman dengan setan maka datanglah ke kuburan, jika kamu mau jadi pedagang datanglah ke pasar” seorang teman yang terkenal suka ber analogi lebay memberikan nasehat seperti itu. Barangkali tidak sekestrim itu, tapi sedikit ada benarnya.

Jika sebelum ini, saya menghidupi diri dari pekerjaan yang saya lakukan pada suatu perusahaan milik orang lain, tanpa perlu mengetahui bagaimana orang berperilaku maka sebenarnya FB tidak perlu banget buat saya.
Namun sekarang, ada hal lain yang perlu saya dapatkan. Saya membutuhkan networking, saya butuh informasi dan saya perlu mengenali seperti apa orang-orang berprilaku sehingga saya bisa membuat apa yang bisa saya lakukan untuk usaha saya. Dan itu semua, bisa saya dapatkan dengan mudah melalui FB.

Kemarin saya menulis status di FB, tentang berapa jumlah User FB di Indonesia; jumlahnya ada 70 Juta user. Jika katakanlah kita sort menjadi 50% saja yang benar-benar aktif maka didapatkan angka 35 Juta orang. Angka yang cukup besar, bila melihatnya dari kacamata pasar. Lalu mau diapakan 35 juta orang itu ? Ya terserah masing-masing mau ngapain… 

Managemen facebook sekarang semakin ketat, banyak hal yang dulu diperbolehkan sekarang sudah tidak bisa dilakukan lagi. Mungkin maksud mereka adalah supaya pengguna nya tidak bisa seliar kemarin. Dalih mereka adalah menjaga supaya facebook tetap bisa nyaman digunakan oleh penggunanya. Tetapi dari kaca mata yang lain, facebook ingin agar kewenangan atau kekuasaaanya tidak terganggu. Ah itu biarin saja.. itu urusan mereka.

Sekarang kembali dengan mau ngapain di FB selain becanda, bully teman, nulis status galau dan pamer kalau sedang apa dan dimana?
Jawabnya selalu satu: Jjualan.
Itu benar, tetapi banyak lainnya.

Seorang teman saya yang selama ini menggeluti suatu bidang saintis, membangun networknya dari facebook. Ia bukanlah akademisi juga tidak punya lembaga resmi yang spesifik dengan aktivitasnya. Boleh dikatakan dia seorang freelance. Namun dari jaringan yang telah dia bangun di online dan salah satunya yang paling intensif dilakukan di facebook telah mebuat dia diakui oleh banyak pihak sehingga bisa membuat jaringan nya semakin luas dan dia diakui di bidang nya oleh banyak pihak.

Belajar yang paling cepat adalah jika kita punya seorang guru.
Namun, sulit juga bagi kita untuk mencari seorang guru yang tepat. Dunia digital memudahkan kita untuk mendapatkan itu. Hampir boleh dibilang, ilmu apapun bisa kita cari di online. Setidaknya kita bisa dengan mudah mendapatkan petunjuk siapa dan dimana orang atau lembaga yang tepat untuk memudahkan kita mendapatkan ilmu tersebut.
FB bagi saya juga seperti itu, saya mendapatkan banyak hal yang saya cari dengan follow seseorang atau join ke grup yang membicarakan sesuatu yang saya cari.

Kali ini tentang bisnis. Seorang teman bilang ke saya, “Saya ingin punya usaha, tapi masih bingung. Enaknya usaha apa ya?”
Ini pertanyaan klise yang banyak di tanyakan orang ke orang bahkan mungkin orang ke Jin 
Padahal kalau mau sedikit kreatif, kamu juga bisa dapatkan inspirasi dari Facebook.

Contohnya :
Cobalah cari group yang sesuai dengan passionmu, lalu request lah untuk join ke grup tersebut.
Cari grup sebanyak-sebanyak nya yang berkaitan dengan passion kamu tersebut dan bergabunglah.
Misalnya; passion mu adalah hal-hal yang berkaitan dengan makanan, yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan kuliner dan kamu saat ini sedang tinggal di Malang.
Maka browse di FB dengan cara seperti ini :

Facebook Tidak Berguna enyahkan saja
Maka akan bermunculan nama-nama grup yang terpampang dengan kata kunci “Malang Kuliner”.
Untuk memfilter hanya grup saja, jangan lupa klik tab “Groups”.
Join saja ke grup itu dan cobalah membaca satu persatu postingan yang ada disitu.
Kalian akan dapatkan pembicaraan tentang makanan yang sedang hits pada saat itu di kota Malang, penjual makanan atau pemilik warung yang sedang promo juga review tempat makanan yang pernah dinikmati penghuni grup itu.

Lalu inpirasi usahanya dimana?
Akan saya berikan contoh. Pernah saya lihat seorang Ibu yang menjual Sambal dalam kemasan dengan memposting sebuah promosi seperti ini : “Sambal Bawang Enak. Homemade. Asli Hygienis, tanpa pewarna, tanpa MSG dan tanpa pengawet. Menerima Reseller, Dropship dan bisa kirim keluar kota. Tertarik ? Hubungi saya di nomer ini ____ atau BBM ____ ”

Kemudian apa yang bisa kita lakukan?
Hubungi ibu tersebut, Tanya detail tentang produk tersebut agar kita paham Product Knowledge tentang Sambal yang dia jual dan hal-hal lainya mengenai pengiriman, harga reseller dan lain-lainya yang kita perlukan untuk menjual kembali sambal tersebut.
Cobalah beli satu atau dua untuk mencoba sambal tersebut, apakah kualitasnya sesuai dengan apa yang dia bilang. Kalau perlu datangi ke tempatnya supaya tahu bagaimana cara dia membuatnya.
Atau jika berniat menjadi dropshipper, cobalah test untuk mengirimkan sambal tersebut ke saudara atau teman supaya tau bagaimana dia mengirim, mempacking juga kejujuran sebagai vendor sambal.
Jangan lupa meminta brosur atau catalog, supaya lebih mudah dalam memasarkan nantinya.
Jika semuanya sudah teruji, cobalah memasarkannya. Bicarakan aja keenakan tentang sambal itu ke teman-teman terdekat di kantor. Foto ketika kamu sedang menikmati sambal itu berikut lauk pauk nya agar bisa menimbulkan selera, lalu posting ke BBM, Facebook, Twitter, Path atau social media lainnya.
Coba tawarkan ke tetangga, teman dan orang-orang yang dikenal lainnya agar terjadi viral marketing.
Jika perlu belajarlah mempromosikan produk itu melalui Sosial Media dengan cara-cara promosi yang banyak diajarkan oleh Marketer-marketer Online yang tekniknya berhamburan di jagad online.
Dan selanjutnya, dan selanjutnya… dan selanjutnya, ini adalah tentang kreatifitas sebagai penjual.

Atau ada lagi lainya, pernah saya temukan begitu ramainya orang membicarakan tentang Pancake Durian juga Durian Beku dari Medan yang memang sudah terkenal lezat. Di Indonesia begitu banyak Durian Freak, dan ini ada di banyak tempat.
Ada satu orang penjual durian beku yang mengambil duriannya langsung dari Medan dan saya baca sudah tidak sanggup memenuhi permintaan, karena kuantitas pasokan yang terbatas juga terkendala proses pengirimanya.
Bagaimana jika kalian tahu detail seluk beluk pengiriman lewat udara. Dan punya teman atau saudara di Medan yang paham bagaimana mencari pemasok durian?
Silahkan dipikir sendiri…hehehehe

Tulisan ini saya buat bukan untuk memperlihatkan bahwa FB lebih baik atau membela FB. Untuk apa? Tidak ada gunanya. Saya hanya menunjukkan bahwa ada media yang bila dikelola dengan baik bisa mendatangkan sesuatu buat kita.

Tulisan ini juga untuk menjelaskan kepada teman-teman yang berkali-kali bilang “eh, kamu sekarang aktif lagi di FB?”
Dan tulisan yang tidak berguna ini adalah jawaban saya..hehehe
Terimakasih untuk kepedulian kalian teman-teman..
Cheersss..

Malang 19 Sept 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s