Rejekiku Teko Silitmu

Terlibat dalam pembicaraan yang sedang mainstream di media sosial, semacam yang sedang deras mengalir dan menjadi trending topic, digolongkan Radhar Panca Dahana sebagai orang yang mengutamakan hal-hal gacoran dibandingkan berusaha berpikir dengan pikirannya sendiri. Menurutnya, itu “sekadar sebagai gincu untuk mengikuti isu publik seperti kita tergiur oleh busana dan gadget terbaru hanya karena renda-renda atau fitur tambahan yang lucu”

Sebagai pekerja lepas, semacam layang-layang yang nyaris pedot tali gocinya, yang tidak punya pengawas khusus semacam supervisor atau superior, kecuali dituntut untuk memastikan bahwa semua cicilian tiap bulannya terpenuhi, termasuk juga bayar sekolah berikut biaya jajannya “Thole”, juga asupan gizi, karbohidrat dan protein terpenuhi, serta listrik, air bisa dibayar lalu Karyawan dipastikan juga menikmati hak yang sama dengan yang membayar gajinya, maka saya juga sering terlena.
Terlena mengikuti arus untuk kemudian tenggelam dalam perbincangan sesat yang sangat mainstream di sosial media.
Akibatnya apa?

Akibatnya adalah waktu yang terbuang percuma.
Konsentrasi yang terbelah.
Terkadang emosi yang tak tentu arah.
Jadi lah mood yang tidak kaffah
Sehingga pekerjaan jadi Bubrah.

Maka, baiknya sorang pekerja partikelir, istilah Roni Pentol buat pekerja tanpa bentuk, perlulah agak menjauh dari yang namanya akun pribadi.
Sebaiknya jadilah Watch Dog saja, bukan jadi Dog yang menyalak terus menerus. Karena, selain capek juga beresiko seperti diatas.

Ini nasehat buat saya sendiri.
Dan untuk memastikan nasehat ini kupenuhi, maka saya memutuskan untuk menambahkan foto dibawah ini :

from Tumblr http://ift.tt/1wNOTLf
via IFTTT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s