Lelaki Berambut Pirang yang aslinya Putih

Seorang lelaki berambut panjang pun pirang, datang ke rumah di siang yang terik.
Saya sudah melihatnya dari jauh, sebelum ia memarkir motornya tepan di halaman pagar rumah. Saya tidak menebak-nebak apa gerangan dan hanya menyambutnya dengan tatapan mata dan senyum mengembang.

Setelah memarkir motor dan memasuki pintu rumah, tanpa ber salam dia pun duduk.
Belum juga kukeluarkan tegur sapa, dia pun langsung ber kata-kata:
“njaluk ngombene, aku. Puanas”
“Dan aku pun bertanya, mau teh atau kopi?” tanyaku
“sing adem ae… nggo ngedem panas njobo njero” ucapnya
Aku pun tersenyum, dalam pikirku yang dimaksud panas njobo njero itu dia merasakan panas tubuhnya.
Masuk ke belakang, aku pun mengambil sebotol air dingin dari kulkas. Kuletakkan botol air dingin itu berikut juga gelasnya.

“Darimana kamu bro?” begitu saya memulai pembicaraan.
Setelah tandas 1 gelas air dingin dia pun mengambil rokok, menyalakannya, menghisapnya dalam-dalam dan menghembuskanya pelan-pelan. Khusyuk sekali.
Beberapa saat dia masih tenggelam dengan sedotan dan hembusan rokok, tanpa menjawab pertanyaanku tadi.

“Cobaane wong iku onok ae” meluncur sepotong kalimat dari mulutnya berikut hembusan asap dari rokoknya.
Dan saya pun hanya nyengir, menebak-nebak kira-kira ada apa dengan dirinya.
“maksude bro?” saya pun mencoba memperjelas
“lha iyo, wong kate tobat mlebu jalan sing bener, ngumpul karo wong-wong sing tak anggep bener, eh sek ono cobaan ae”
Lelaki ini memang punya riwayat yang panjang di dunia yang sedikit kelam. Dan sekarang sedang menjauh dari teman-temanya yang ada di dunia kelam itu. Lalu mencoba dekat ke teman-teman yang menurutnya bisa membawanya ke wilayah yang tidak seperti itu lagi

Dari kalimat itu, kemudian dia bercerita tanpa perlu aku tanyakan lagi.
Ceritanya dia seperti ditipu, sudah sepakat dengan temanya untuk usaha dan ketika semuanya sudah disiapkan ternyata si teman itu tiba-tiba mengubah sikap dan membuat syarat-syarat yang menurutnya aneh yang tujuannya adalah menggagalkan tujuan semula.

“Lha kalo sudah disiapkan seperti itu, ya kamu lanjut aja sih bro. Mau ada teman atau tidak ada. Yang penting tujuan tercapai. Anggap saja itu semua yang mendorong kamu untuk memulai usaha” saya pun mencoba memberi motivasi.
“Ah gak wes, aku wes mangkel” jawabnya
Saya pun hanya nyengir tanpa memberi dorongan lagi, karena percuma juga orang yang sedang emosi di beri motivasi.

Singkat cerita, kini lelaki itu sudah memulai usaha yang baru. Bukan lagi usaha yang disiapkan dengan temanya itu lagi.
Kemarin dia sudah dapat hasilnya dan sekarang sedang semangat jalani itu

from Tumblr http://ift.tt/1HoArOU
via IFTTT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s