Susu kambing Botol

Susu kambing Botol

Jarang saya temui ada penjual susu kambing segar. Kebanyakan adalah susu sapi.
Susu kambing dalam kemasan 200 cc ini harganya 10 ribu. Lebih mahal dibandingkan dengan susu sapi, yang hanya 5 ribu. Mungkin perahan susu yang dihasilkan dari kambing relatif lebih sedikit dibandingkan dengan sapi perah.

Untuk susu kambing, merk nya “Askam”, dari kata “asli kambing”. Kalo saya baca nama usahanya “sumber sekar”. Setahu saya, ini adalah nama desa di kecamatan Dau Malang yang sudah dari dulu banyak dikenal tempatnya sapi perah.

Pada foto diatas bisa terlihat, yang di belakang agak jauh adalah penjual susu. Berjualan dengan motor trike bikinan cina yang sudah dimodif seperti mobil pickup dengan bak tertutup yang bisa dibuka.
Desain gerobaknya bagus dan terlihat bersih juga rapi. Memang, faktor penting yang patut diperlihatkan oleh penjual susu kepada calon pembeli adalah: KEBERSIHAN

Selain susu kambing, Ia juga menjual susu sapi dan olahan susu yang paling banyak dicari : Yoghurt. Ada yoghurt dari susu kambing juga sapi.
Susu dan Yoghurt beraneka kemasan ada di dalam styrofoam box yang sudah ada biang es didalamnya. Harganya juga bervariasi, tergantung besar dan kecilnya kemasan. Paling murah: seribu rupiah.
Ya, cuma Rp. 1000,-!
Ukurannya kecil, seperti kemasan es lilin.

Di seberang penjual susu itu mangkal, berdiri sebuah Masjid yang juga berfungsi jadi Madrasah. Banyak anak kecil dan Balita yg ngaji disitu tiap sore.
Dan sepertinya, ayah bunda mereka mengijinkan anak-anak jajan Es Susu yang seribu rupiah itu. Merekalah konsumen tetapnya.

Selain anak-anak, banyak juga orang dewasa yang membeli susu di tempat tersebut. Mereka yang lewati jalan sekitar situ, orang yang sedang beraktivitas di Taman Merjosari, dan mereka yang sedang menonton pertandingan bola atau malah pemain bolanya sendiri.

Dari motor penjual susu itu ada beberapa hal jd pertanyaan. Susu segar itu sebenarnya murah, namun masih banyak orang yang tidak mampu menikmatinya.
Apakah selama ini semua susu segar dari para peternak sapi yang ada di Malang itu terserap semua oleh pabrik sehingga sedikit yang dijual di pasar, atau tidak ada akses bagi petani untuk menjualnya langsung?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s